13 February 2015

#KisahKasihFavoritku - Yang Paling Ajaib di Antara yang Ajaib

Pernahkah kau mendengar tentang Three Magical Words? Ini merupakan tiga kata/frasa biasa, tapi maknanya tak sebiasa pelafalan harfiahnya.


Sumber gambar di sini, diedit oleh saya.

(Mungkin seharusnya empat, ditambah “terima kasih”.)

Di antara ketiganya, menurut saya yang paling sulit diucapkan adalah “maaf”. Ketika mengucapkan “maaf” dari hati, berarti saya mengakui kesalahan saya. Juga telah berhasil melawan arogansi diri (yang cukup tinggi). Dan cukup menghargai orang kepada siapa saya minta maaf. Perasaan maaf ini dapat menyulut sebuah usaha memperbaiki hubungan. Mungkin perasaan inilah yang mendorong Prabu, suami Sekar, dalam (Bukan) Salah Waktu karya Nastiti Denny, untuk menuliskan catatan-catatan kecil buat istrinya.

Itu hal yang sepele, bahkan mungkin terlihat konyol, tapi menunjukkan niat Prabu untuk mulai memperbaiki hubungan dengan Sekar. Menurut saya, tindakan ini romantis dan tidak picisan, sehingga menjadi adegan favorit saya dalam novel itu.



Terkadang, rasa bersalah seorang pria terhadap wanitanya dapat mendorongnya berbuat hal aneh yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Melalui salah satu catatan, Prabu bilang bahwa nasi goreng buatan istrinya enak. Padahal, sebelum Sekar meninggalkan rumah, ia cuek terhadap masakan istrinya yang biasa-biasa saja.

Ini mengingatkan saya akan cerita dari seorang sahabat. Dulu, ia pernah memiliki pacar yang sama sekali tidak romantis, dan cenderung cuek. Satu saat, sahabat saya benar-benar marah karena suatu masalah. Tiba-tiba pacarnya datang, meminta maaf  sembari menyodorkan setangkai mawar merah. Padahal, selama dua tahun berpacaran, belum pernah ia memberikan bunga. Siapa yang tahan untuk tidak memaafkannya?

Namun, ada yang lebih sulit dilakukan dibandingkan meminta maaf. Ya, memaafkan orang yang minta maaf. Orang yang hatinya hanya sebesar kuaci pasti tak akan bisa memaafkan. Dan, kisah kasih paling indah antara dua orang yang saling mencintai adalah yang senantiasa bertumbuh. Bukan karena keduanya tak pernah berbuat kesalahan (itu mustahil), melainkan karena keduanya sama-sama berbesar hati untuk saling minta maaf dan memaafkan.

(Tulisan ini dibuat untuk lomba #KisahKasihFavoritku yang diadakan oleh @bentangpustaka.)
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Your comment is so valuable for this blog ^^

bloggerwidgets