10 November 2015

Petualangan Seru di Gudang Gramedia (Ronde I)

Ronde I | 26 September


Bukan perjalanan mudah menemukan letak gudang Gramedia ini. Meski alamatnya telah cukup lengkap tertera di poster yang eye-catching-meski-agak-ruwet-itu, ternyata optimisme saya untuk menemukannya tak bersambut lekas. Di poster tertera bahwa gudang akan tutup pukul 16.00, dan hari Sabtu sore itu saya berangkat sekitar pukul 14.00. Maguwoharjo cukup jauh dari kos saya, belum lagi saya muter-muter nggak jelas, sehingga waktu saya habis di jalan. Saat menyusuri Ring Road Utara, dengan polosnya (pedenya) saya menganggap bahwa gudang Gramedia itu terletak di pinggir jalan Ring Road :'). Sampai di ujung Ring Road yang tembus Jl. Laksda Adisucipto, saya tidak menemukan sama sekali penampakan bangunan "gudang" itu. Saya putar balik, jauh sekali, sampai menemukan pertigaan, yang ke kiri menuju Stadion Maguwoharjo. Kenapa tadi saya tidak kepikiran masuk ke jalan itu, ya?! Nah, di putaran kedua itu saya masuk ke jalan itu. Berhenti sejenak di pinggir jalan untuk membuka aplikasi Maps, saya menemukan bahwa itu jalan yang benar: Jl. Raya Tajem. Nah, sekarang tinggal mencari "gudang"-nya, yang dalam benak saya pasti ada tulisan Gudang Gramedia besar-besar di depannya.

Wuuussss....!
*suara Bang Karis membelah udara dengan kecepatan 60 km/jam*
*tengok kanan, tengok kiri sepanjang jalan*
*sampai perempatan Stadion*
*masih nggak nemu, di manakah wahai gerangan, si Gudang?*

Dengan pedenya, saya terus melaju hingga ke jalanan sepi yang kiri-kanannya diapit pepohonan dan sawah. Lah, ini saya malah nyasar ke mana?! Akhirnya saya memutuskan putar balik, lalu berhenti sebentar untuk mengecek tablet. Ada seorang teman memberitahukan bahwa letak si Gudang tak terlalu jauh dari perempatan Stadion. Lah, tapi tadi saya nggak nemu! Saya teruskan perjalanan. Melewati perempatan Stadion, saya melaju pelan-pelan sambil mepet ke kiri jalan.

Jeng, jeng, jeng!

Itu dia, ada poster outdoor yang teramat kecil dibandingkan dengan ekspektasi saya T_T. Posternya seperti ini:


Bangunan gudangnya menjorok lumayan jauh dari gerbang bercat putih. Pantas saja, tidak terlihat, soalnya gerbangnya pun seperti gerbang rumah biasa. Saya memarkirkan motor di area parkir di lahan terpisah dari Gudang. Sampai di dekat pintu gerbang, ada satpam yang bertugas menyegel tas pengunjung. *seolah mau kabur nyolong buku setumpuk* Ternyata ada spanduk besar, tapi ditempel di dinding luar Gudang, yang mana tak terlihat dari jalan T_T.

Di halaman ada bagian khusus penerbit Kompas. Saya melihat-lihat sebentar, tapi tak terlalu tertarik, lantaran diskonnya sedikit. Huehehe. Langsung saya masuk ke Gudang, dan agak kaget ketika mendapati bahwa itu benar-benar Gudang! Secara harfiah! Isinya rak-rak besi besar dan tinggi. Untuk mencapainya, pengunjung harus naik tangga dulu. Tangganya seperti tangga kilang minyak, btw, dari besi, kecil, dan agak sempit. Wow, di depan mata saya terpampang deretan komik. Dengan bergairah, saya raih tas dari pinggir tangga, dan langsung mencari rak novel. Bertamengkan masker, saya siap menyerang rak-rak penuh buku berdebu!

Ironisnya, saat itu saya tidak membawa banyak uang (tanggal tua), jadi saya hanya bisa membeli empat buku, yang masing-masing harganya 10.000 rupiah.


Saya nyesek ketika sampai di kasir, dan melihat pengunjung lain membawa setumpuk, bahkan sekardus buku :'). Oh, ya, bagian ketika mengecek harga sangat tidak praktis. Pengunjung menyerahkan buku yang ingin dicekkan harganya (cos harga yang tertera di punggung buku bukan harga sebenarnya) ke mas-mas yang jaga seperangkat laptop berisi daftar harga.

Bersambung ke Ronde II...
Reaksi:

1 comment:

  1. Wah senang banget tuh bisa belanja buku, kapan ya purwokerto ada open warehouse gramedia?

    ReplyDelete

Your comment is so valuable for this blog ^^

bloggerwidgets