10 April 2017

28 Penulis yang Baru Pertama Kali Saya Baca Karyanya 2016-2017



Berkenalan dengan orang baru di dunia nyata dulu terasa mengerikan (saya seorang introver). Namun setelah melakukannya berulang-ulang, tak terasa menakutkan lagi, hanya sering malas mengajak orang bicara terlebih dulu. Di dunia kutu buku, untungnya, berkenalan dengan penulis baru, yang karyanya belum pernah saya baca sebelumnya, sama sekali tidak menakutkan. Bahkan bisa dibilang, saya cenderung berkenalan dengan banyak penulis baru. Dari 52 buku yang saya baca dari bulan April 2016 sampai saat saya menulis ini (9 April 2017), 28 di antaranya adalah perkenalan pertama dengan tulisan sang penulis. Setiap perkenalan tersebut berkesan bagi saya. Berikut ini adalah ke-28 penulis yang baru pertama kali itu saya baca karyanya:

Ruta Sepetys (Salt to the Sea)

Selesai dibaca: 10 April 2017
Sumber: Goodreads
Sempat nyaris gagal menyelesaikan buku ini, karena saya dibikin lelah oleh plot yang kayak ngesot. Sedari awal tahu bahwa novel ini berlatarkan Perang Dunia II, jadi saya berekspektasi akan banyak aksi, kekacauan, dan kekejaman di dalamnya. Mungkin karena narator cenderung menceritakan daripada menunjukkan, adegan-adegan memilukan jadi cuma kayak kain hitam bergeming yang jadi latar panggung bagi monolog si narator terhadap pikirannya sendiri (si Alfred yang paling sering kayak gini). Saya berhenti membaca ini di halaman 200 sekian, lalu baru mulai membaca lagi sekitar tanggal 8 atau 9 April dan akhirnya bisa menyelesaikannya dalam waktu kurang dari 2 hari. Awalnya, saya kira saya hanya akan memberi novel ini rating 2/5, tapi ternyata saya memberinya 4/5. Pada akhirnya saya bisa terkoneksi dengan para naratornya.

Saya mengapresiasi semangat penulis dalam melakukan riset, sampai menapak tilas rute perjalanan para pengungsi perang. Sungguh berdedikasi! Kayaknya saya akan baca Between Shades of Gray.

Gina Gabrielle
(Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang)

Selesai dibaca: 6 April 2017
Pertama kalinya saya baca high-fantasy lagi setelah sekian lama. Novel ini mungkin bisa saya sebut sebagai dongeng yang panjang. Segala sesuatunya mengawang-awang. Beberapa latar tempatnya juga entah bagaimana bisa saling berhubungan. Sepanjang membaca, saya memperingatkan diri sendiri, ya namanya juga dongeng. Eh, tapi, kan meski fantasi dan penuh hal-hal tidak logis, jalinan ceritanya harus tetap logis. Narator menggunakan banyak hal sebagai simbol, misalnya Hati yang terbelit rantai dan tergembok. Namun, makna simbol-simbol itu sering dibeberkan secara eksplisit.

Dave Eggers (The Circle)

Selesai dibaca: 31 Maret 2017
Sumber: Goodreads
Novel ini sungguh mengoyak batin saya. Jangan harap ada akhir yang menyenangkan, karena akhirnya merupakan permulaan dari sesuatu yang lebih mengerikan. Narator menunjukkan proses bagaimana pencucian otak sehingga si tokoh utama kecanduan media sosial dan jadi haus perhatian publik. Novel ini bikin saya kembali cemas akan perkembangan teknologi. Pengalaman membaca saya cukup terganggu setelah saya menonton trailer filmnya. Ada tokoh di film yang sangat berbeda dengan imajinasi saya, dan ini bikin saya sangat nggak nyaman.

Rick Riordan (Percy Jackson’s Greek Gods)

Selesai dibaca: 25 Maret 2017
Sumber: Wikipedia
(Saya baca versi digital di Perpustakaan Noura Books di aplikasi iJak)
 
Ya, ya, saya baru pertama kali ini baca novel Rick Riordan. Percy, sang narator, ternyata edyan! Gaya berceritanya bikin saya merasa seolah dia benar-benar lagi ngomong kepada saya. Gayanya kocak, tapi kadang ngawur dan kadang berlebihan guyonannya (dalam makna negatif).

Jessi Kirby (Golden)

Selesai dibaca: 6 Maret 2017

Penulis satu ini menyajikan genre YA romens dengan bumbu misteri. Bersama Parker, saya mengalami petualangan yang seru!

Han Kang (The Vegetarian)

Selesai dibaca: 4 Maret 2017
Sumber: Wikipedia
Penulis pemenang Man Booker International Prize 2016 ini mengejutkan dan mematahkan hati saya dengan kisah sureal-psychological thriller-nya. Bagian akhirnya bikin bengong.

Władysław Szpilman (The Pianist)

Selesai dibaca: 26 Februari 2017
Melalui tulisan yang bisa dibilang catatan harian, penulis menyusun kepingan-kepingan teror yang ia alami selama Perang Dunia II. Tulisan yang menggetarkan hati dan bikin saya miris.

E. Lockhart (We Were Liars)

Selesai dibaca: 16 Februari 2017
Sumber: Goodreads
Penulis psychological thriller young-adult ini menawarkan kisah yang secara eksplisit tidak terlihat sebagai thriller, tapi entah bagaimana, selama mengikuti jalannya cerita, ada bagian dalam diri saya yang terus waspada. Kayak nonton film horor yang saking hantunya nggak kunjung muncul, penonton jadi sangat waspada, karena yakin bahwa nanti akhirnya sang hantu akan muncul juga, dan kemunculannya yang seolah ditunda-tunda itu akan sangat mengerikan/mengejutkan. Ya, ternyata memang twist-nya cakep!

Annisa Ihsani (A untuk Amanda)

Selesai dibaca: 12 Februari 2017
Sumber: Goodreads
Ini novel YA lokal Gramedia pertama yang saya baca, dan bagus sekali! Penulis, lewat naratornya, mampu membuat saya merasa sangat terhubung dengannya, terlebih perihal gejala-gejala depresinya.

Yusi Avianto Pareanom
(Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi)

Selesai dibaca: 10 Februari 2017
Sumber: Goodreads
Gila! Penulis ini bikin saya mengumpat-umpat selama membaca novelnya, yang dituturkan oleh sudut pandang Sungu Lembu. Novel ini nggak ada kekurangan sama sekali! (Yah, mungkin saya berlebihan.)

Mitch Albom
(The Five People You Meet in Heaven)

Selesai dibaca: 28 Januari 2017
Penulis mengajak saya berspekulasi tentang apa yang akan kita temui di surga. Mitch Albom, saya lihat dari karya-karyanya, tampaknya memang spesialis kisah drama yang menyentuh hati.

Kiera Cass
(The Selection, The Elite, The One, The Queen, The Prince)

Selesai dibaca: 26 Januari 2017
Sumber: Pinterest

Awalnya saya sempat mengira ini genre YA agak fantasi, tapi ternyata tidak. Ini YA dengan unsur politik dan kelas sosial. Plotnya menarik dan gaya menulisnya bikin saya betah membaca dan tak sabar menamatkannya. Saya juga mengapresiasi usaha penulis untuk menuliskan novella yang menceritakan sudut pandang tokoh-tokoh lain.

Carlos Maria Dominguez (Rumah Kertas)

Selesai dibaca: 18 Januari 2017
Ini salah satu penulis yang mengejutkan saya dengan bukunya. Mungkin lebih cocok disebut novella, buku yang amat tipis ini sangat cocok dibaca oleh para penimbun buku. Tipis, tapi membuat saya berpikir dan bertanya-tanya setelah membacanya.

John Roosa (Dalih Pembunuhan Massal)

Selesai dibaca: 16 Januari 2017
Sumber di sini.
Selain penulisnya baru bagi saya, genre nonfiksi sejarah ini juga baru bagi saya. Syukurlah, bagi saya yang awam akan sejarah G30S di Indonesia, buku ini sepertinya pilihan yang tepat untuk dibaca (karena banyak buku dengan topik serupa yang isinya telah diputarbalikkan oleh pemerintah Orde Baru). Dengan teknik a la detektif, penulis mencoba tidak memihak saat memaparkan analisisnya berdasarkan berbagai referensi yang belum pernah digunakan sebelumnya dan pemaparan yang segar. Buku ini pernah dilarang terbit oleh Kejaksaan Agung pada tahun 2009, yang saya duga merupakan wujud paranoid tak beralasan terhadap komunis. Namun, tenang saja, penulis membagikan versi digitalnya secara gratis di sini.

F. Scott Fitzgerald (The Great Gatsby)

Selesai dibaca: 7 Januari 2017
Penulis, melalui Nick Carraway sebagai narator, mengajak saya menyelami kehidupan personal Gatsby dari dekat, dengan narasi yang menyimpan lapisan-lapisan makna.

Kurt Vonnegut (Gempa Waktu)

Selesai dibaca: 28 Desember 2016
Sumber: Tokopedia
Salah satu penulis kenamaan Amerika Serikat ini memusingkan kepala saya saat membaca Gempa Waktu. Saya dibawa bolak-balik ke satu masa dan kembali ke masa lainnya. Kayaknya saya bakal baca ulang Gempa Waktu, biar makin paham.

Moammar Emka (Jakarta Undercover)

Selesai dibaca: 30 November 2016
Sumber: Goodreads
Jakarta Undercover merupakan salah satu genre baru yang saya baca, tapi saya masih belum yakin buku ini bergenre apa. Nonfiksi investigasi? Atau apa, ya? Sayangnya, saya merasa tidak cocok dengan gaya penulis dan memutuskan tidak membaca buku sekuelnya.

Mochtar Lubis (Harimau! Harimau!)

Selesai dibaca: 25 November 2016
Sumber: obor.or.id
Novel thriller klasik Indonesia ini sungguh menegangkan, melalui apa yang dialami para tokohnya, baik secara fisik maupun mental.

Jared Diamond (The World Until Yesterday)

Selesai dibaca: 6 November 2016
Sumber: Twitter
Genre buku ini baru bagi saya, yaitu nonfiksi antropologi. Penulis mengajak saya menyaksikan petualangannya bersama suku Dani di Papua dan suku-suku tradisional lain, serta menelusuri sejarah mereka.

Ramsay Wood (Kalila & Dimna 2)

Selesai dibaca: 18 Oktober 2016
Sumber: Goodreads
Dalam buku ini, penulis mengisahkan kembali fabel-fabel kuno, dengan teknik cerita di dalam cerita di dalam cerita.

Patrick Ness (A Monster Calls)

Selesai dibaca: 13 Oktober 2016
A Monster Calls adalah salah satu buku terbaik yang saya baca tahun 2016. Perkenalan dengan penulis baru, yang saya harap akan saya baca lagi karyanya yang lain.

Tim Harford (Detektif Ekonomi)

Selesai dibaca: 2 Oktober 2016
Penulis mengajak saya memahami apa yang ada di balik fenomena ekonomi sehari-hari dengan gaya seorang detektif. Buku yang sangat menarik dan membuat saya berkali-kali berujar pada diri sendiri, “Oh, ya, saya pernah mengalami atau menjumpai ini!”

Colleen Hoover (Losing Hope)

25 Agustus 2016
Sumber: Goodreads
Saya iseng membaca ini tanpa mengetahui bahwa ini sekuel dari Hopeless. Novel romens ini diceritakan dengan gaya yang sangat mengalir dan menarik untuk diikuti, sambil tetap membuat penasaran akan teka-teki tersembunyi.

Lisa McMann (Wake)

10 Agustus 2016
Sumber: Wikipedia
Saya sudah lama tertarik akan trilogi Wake, karena idenya agak mirip dengan ide yang saya miliki yang kemudian saya tuliskan jadi The Reveter. Saya kira akan menemukan petualangan seru, tapi ternyata… Gitu doang? begitu pekik saya selesai baca. Sampai sekarang saya belum membaca buku kedua dan ketiganya.

David Almond (Skellig)

20 Juni 2016
Sumber: Goodreads
Lewat kemunculan tokoh fantastis yang susah didefinisikan apa jenisnya dan dua anak kecil, penulis mengajak saya menjadi anak kecil kembali, memercayai apa yang sulit dipercaya.

Suarcani
(Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta)

Selesai dibaca: 26 April 2016
Sumber: Goodreads
Karya penulis ini saya baca berkat blog saya jadi salah satu tuan rumah blogtour-nya. Novel tentang penemuan (kembali) jati diri lewat perjalanan ke tempat-tempat anti-mainstream di Bali, memberikan wawasan baru dan juga nilai moral.

Mahfud Ikhwan (Kambing & Hujan)

Selesai dibaca: 21 April 2016
Sumber: mojokstore.com
Novel roman yang menyabet juara I DKJ 2014 ini mengukuhkan penulisnya sebagai salah satu penulis Indonesia yang piawai merangkai roman sarat budaya tradisional Jawa dan budaya keagamaan (Islam) serta bumbu percintaan yang tidak membosankan dan penuh pembelajaran hidup.

Agustine W. (Distance Blues)

Selesai dibaca: 5 April 2016
Kalau dilihat di Goodreads, novel ini adalah novel pertama penulis, sekaligus karya pertamanya yang saya baca. Young adult yang naratornya menderita penyakit mental ini sungguh membuat saya merasa seolah-olah juga menderita OCD.
***
Demikianlah daftar puanjang penulis yang baru pertama kali saya baca karyanya selama bulan April 2016 sampai April 2017. Bagaimana denganmu? Yuk, kalau kamu anggota BBI, bisa ikutan acara #BBIHUT6 marathon.
Reaksi:

12 comments:

  1. Baru baca 11 dari daftar inii, wah aku penasaran ama bukunya Suarcani. Udah baca yang Rule of Third dan suka, tapi belum nyoba buku dia yang lain. Kapan kapan nyari ah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, saya malah penasaran sama Rule of Third, Mbak, karena baca review-nya banyak yang positif ><

      Delete
  2. Pengen baca Kiera Cass tapi jiper dengan serinya. Aku punya penyakit kalo baca buku serial selalu mandeg di buku kedua. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk, ini aja saya belum kelar baca serinya, Mbak, eh tiba-tiba udah muncul lagi seri kelimanya -.-"

      Delete
  3. I'll try raden mandasia. tapi belum punya bukunya wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk yang penting niat dulu, Kak, baru pinjem bukunya lol

      Delete
  4. Wah banyak :) (

    Aku sudah punya Raden Mandasia sih. Tinggal cari waktu kapan bacanya :-)
    Yang Vegetarian juga udah rencana mau beli.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, banyak >,<
      Ayo, Kak, baca Raden Mandasia :D
      The Vegetarian aku rencananya mau re-read krn ada yg aku msh kurang ngeh (?)

      Delete
  5. Aku baru baca yang A untuk Amanda.
    Bagussss! Suka~

    Young Adult yang bagus selain ini apa ya? Ada rekomendasi? (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tos dulu! Aku juga suka :D
      Mmm, kalau YA-nya GPU aku kurang tahu, sih, cos A untuk Amanda itu YA GPU pertama yang kubaca lol

      Delete
  6. Sebagian udah ada di timbunan.... XD. tapi aku penasaran sama karyanya Han Kang trus covernya comotable ya.... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari kita babat timbunan masing-masing 😂
      Iya, The Vegetarian itu penuh simbol dan "gelap". Menarik banget, deh, covernya juga 😁

      Delete

Your comment is so valuable for this blog ^^

bloggerwidgets