Showing posts with label BBIHUT6 Marathon. Show all posts
Showing posts with label BBIHUT6 Marathon. Show all posts

5 May 2017

[BBIHUT6] BBI Giveaway Hop - Pengumuman Pemenang

Halo, pembaca semua, dan tentunya kalian yang sudah berpartisipasi dalam BBI giveaway hop yang saya adakan di blog ini. Pasti kalian sudah nggak sabar dan bertanya-tanya kapan pemenangnya saya umumkan, kan? Eh, nggak, ya? Ya sudah kalau gitu... *ngambek*

Namun karena saya berusaha menepati janji mesti kalian merasa saya pehape-in. Sebenarnya saya nggak pehape, saya hanya bingung menentukan siapa pemenangnya, karena banyak jawaban yang menarik. Sampai empat kali tahap saya baru bisa menentukan dua jawaban yang klop di hati saya. Terima kasih saya ucapkan untuk Ama, sahabat saya yang telah saya mintai pendapat. Nah, berikut ini adalah pemenang pertama dan kedua:

Pemenang pertama - voucher buku senilai 150 ribu
Annisa Rizki Sakih
@Annisakih

Pemenang kedua - paket buku
Nabilah Rosyadah
@Ariestanabirah

Selamat buat kedua pemenang!
 
Saya akan segera menghubungi kalian berdua. Terima kasih untuk partisipasi Teman-teman dalam giveaway ini. Untuk kalian yang belum menang di giveaway ini: mungkin belum berjodoh saja, coba terus, jangan menyerah memburu kuis berhadiah buku 😇

15 April 2017

[#BBIHUT6] Giveaway Hop & My Birthday

Yeaay, inilah saat yang saya tunggu-tunggu setelah berjuang selama enam hari berturut-turut nerbitin tulisan di blog ini (kok saya merasa ngos-ngosan--ya iyalah, kan marathon!), akhirnya sampai di hari terakhir!
....
Nggak, maaf, abaikan kalimat di atas. Aslinya, saya seneng bisa ikutan #BBIHUT6 marathon ini. Memang, sih, rasanya ngos-ngosan banget (biasanya ngeblog nggak mesti seminggu sekali 😫) tapi saya merasakan manfaatnya. Itung-itung latihan berkomitmen #eaaa dan berdisiplin. Agak sedih juga sudah selesai marathonnya. Namun apapun itu, saya ingin berbagi buntelan kepada teman-teman pecinta buku dalam rangka giveaway hop sekalian ngerayain ulang tahun saya. Btw, inget-inget, ya ultah saya pas di Hari Kartini, tapi sayang nama saya bukan Kartini, jadi saya nggak bisa ikut kuis "Nama Saya Kartini"-nya Noura Books itu 😭.

Hadiah yang saya siapkan untuk kalian:
  • 1 (satu) voucher buku senilai Rp 150.000,00 untuk 1 (satu) orang pemenang. Buku boleh apa saja, jumlahnya bisa 1 atau 2 atau secukupnya sampai senilai 150.000. Harganya boleh setelah atau sebelum diskon, terserah pemenang. Pokoknya total 150.000 (tenang, ongkir tidak termasuk, akan saya tanggung sepenuhnya). Buku harus bisa dipesan di toko buku daring yang terpercaya yang ada di Indonesia.
  • 1 (satu) paket buku kolpri saya yang masih segel untuk 1 (satu) orang pemenang. Paket berisi buku Jatuh Cinta Diam-diam #2 (Dwitasari & Friends) dan Patah Hati Terindah (Aguk Irawan MN).
Oya, karena ada yang menanyakan tentang mekanisme penentuan pemenang kepada saya lewat Twitter, saya tambahkan di sini penjelasannya.

Pemenang akan saya pilih berdasarkan kelengkapan syarat dan jawabannya. Jawaban yang paling menarik dan ngena di hati saya *eaa* akan jadi pemenang pertama (yang akan dapat voucher buku) dan jawaban menarik berikutnya akan mendapatkan paket buku.

Jika, apes-apesnya--saya harap nggak terjadi--, nggak ada jawaban yang memenuhi ekspektasi saya, maka saya akan minta bantuan random.org.
Ketentuan:
  • Memiliki alamat kirim di Indonesia.
  • Ikuti blog ini, bisa lewat Google Friend Connect atau Bloglovin'.
  • Ikuti akun Twitter saya, @kimfricung.
  • Jawab pertanyaan berikut lewat Twitter dengan mensyen saya dan pakai hestek #BBIGAHop:
Apa yang membuatmu memutuskan membeli sebuah buku fisik padahal kamu sudah punya versi digitalnya?
  • Jawabanmu harus cukup dalam 1 (satu) kali tweet, ya. Jadi, tulis sepadat dan secantik mungkin.
  • Bagikan juga tautan giveaway ini lewat medsosmu, kalau lewat Twitter, tolong mensyen saya dan pakai hestek #BBIGAHop, ya.
  • Para pemenang nanti saya harapkan untuk menuliskan dan membagikan resensi dari buku yang hadiah giveaway ini (boleh di media apa saja).
  • Isikan data dirimu di Google form berikut.



Giveaway ini berlangsung mulai tanggal 15 April 2017 sampai 29 April 2017.
*Kepoin giveaway yang diadain para bloggers yang lain dalam rangkaian #BBIHUT6 di sini (di kolom tanggal 15 April 2017).

[SiPiLis #4] Furqonie Akbar: Penulis Kece yang (Ngaku) Mirip Lee Min Ho

Yeaaayy, SiPiLis datang kembali setelah vakum selama... errr, setahun lebih 😳. (Ketahuan banget, masih kimfricung.blogspot.com)
Yuk, kita kenalan dengan Furqonie Akbar alias Furqon, penulis kece yang sudah (atau baru?) ngelahirin tiga buku.

Keterangan:
Yang huruf tebal dan cetak miring pakai tanda bintang *--itu saya.
Yang pakai huruf warna ungu--itu Furqon.

Kenalan dulu, dong, Furqon, biar kami bisa ngebayangin ketampananmu

Hai, nama gue Furqon. Zodiak scorpio, golongan darah O, dan O yang terakhir? Jomblo.
Ketampanan gue itu gak bisa dibayangin dan gak bisa dijangkau imajinasi. Jadi ya silakan searching ada di Google pake keyword “Lee Min Ho”
Makasih.
Sumber: Pinterest
*Ekspresi gue waktu denger lu mirip Lee Min Ho. Btw, gue nggak ngerti Bakuman itu apa, tapi abis searching di Google nemu itu.
Ceritanya gimana, sih, bisa nyemplung ke dunia kepenulisan? Boleh banget nih, kalau mau cerita suka-duka seorang Furqon sebagai penulis.

Jujur ya, ampe sekarang gue bingung kenapa bisa terjun ke dunia menulis. Asli. Ya walaupun emang dari kecil udah demen ngayal sih.
Pertama kali serius nulis itu waktu patah hati hebat banget. Karena bingung mau curhat ke mana (mungkin gak kayak keliatannya ya. Tapi gue ini introver), gue akhirnya nulis-nulis di catetan Facebook.

*Bentar deh, lu introver? SERIUS? Jadi lu selama ini sok-sokan rame gitu ya, orangnya. Oke.

Beberapa waktu kemudian, gue baca bukunya Indra Widjaya yang judulnya “Idol Gagal”. Waktu baca buku itu, gue ngebatin “Lho? Kalo gini doang mah gue bisa!” Setelah itu gue mulai rutin nulis. Tapi, yang bikin bergerak buat bikin buku itu setelah baca Skripshit-nya Mas Alit Susanto. Buku itu benar-benar memotivasi. Makasih ya, Mas Indra & Mas Alit. Love yah~

Suka dukanya ya? Banyak. Sukanya itu nama kita jadi dikenal. Jelas ya ini. Lainnya, ada kebahagiaan tersendiri ketika karya kita dinikmati orang lain. Dukanya, penulis itu pekerjaan yang kudu ngandelin sabar. Ngerampungin naskah kudu sabar. Nunggu naskah terbit harus sabar. Nunggu royalti harus super sabar. Serba sabar pokoknya. Jadi, wanita, kalian gak tertarik apa sama cowok penyabar ini? *dihajar*

*Tuh, para pembaca cewek, kalian nggak tertarik sama Lee Min Ho KW 2 ini?

Apa filosofi menulismu?

Waktu baca pertanyaan ini gue langsung mikir keras. Saking kerasnya ampe ngeden.
Bahahaha

*Yuk, ngeden bareng.

Selama ini gue nulis buat diri sendiri dan sukur-sukur dinikmati orang banyak. Jadi, mungkin filosofi gue itu,
Nulis apa pun, yang penting gue hepi.
Bukumu yang udah terbit apa aja, sih? (Lumayan, lho, kesempatan buat pamer gratis wkwk)

Oh, baru ada tiga. *sisir rambut* *sisirnya nyangkut*
Pertama itu Cinta Acakadut. Udah bada baca? Oh, belom. *nangis*
Cinta Acakadut
*Tenang, Fur, gue udah baca, kok. Yang waktu itu gue kasih bintang 2 di Goodreads itu, kan?

Kedua, Move On Garis Keras (BUKU YANG KITA TULIS BERLIMA ITU LHO, FRI. YANG COVERNYA KUNING, BAGUS. YANG KAMU NULIS PAKE DATA-DATA STATISTIK GITU. ITU NULIS BUKU APA SKRIPSI, BUK?)

*Kampreeeet. Maaf, saya nggak kenal Anda.
Yang baru aja terbit, itu Three Mas Getir. MASIH ADA DI TOKO BUKU LHO! BORONG~

*Ini gue belum baca, Fur. Nggak mau ngasih gratis ke gue, gitu?

Pasti ada kisah menarik saat proses penulisannya... Ceritain, dong.

Bakal panjang nih. Gapapa? Wkwk

*Nggak apa-apa, laman blog gue punya banyak space untuk diisi sama curhatan lu.

Hmm..
Buku pertama, Cinta Acakadut itu gue tulis waktu ilmu gue masih cetek banget. Bukan berarti sekarang udah bagus. Cuma, itu tulisan gue yang paling murni. Sampe sekarang, gue ogah baca ulang tulisan gue di buku itu saking malunya. Serius. Ya ampun, Polos banget deh tulisan gue di sana. Proses bikin buku ini yang paling seru sih menurut gue. karena mungkin ini buku pertama kali ya. Semangat sama motivasinya bener-bener beda. Sampe sekarang gue belom nemu lagi semangat nulis kayak gue nulis buku pertama.

Buku MOGK lain lagi tantangannya. Ada 5 penulis yang disuruh ngomongin move on. Temanya hanya move on. Bayangin. Padahal, yang namanya move on ya begitu-begitu aja kan? Tapi setelah diskusi panjang, baku hantam, mandi kembang dan puasa 7 hari 7 malam, akhirnya kami berhasil membuat konsep dan lahirlah buku tersebut.
Nb: MAKASIH YA FRIDA, BERKAT TULISAN KAMU, BUKU INI BISA MEMENUHI SYARAT MINIMAL HALAMAN. WALAU AKHIRNYA KEBANYAKAN DAN TULISAN KITA BANYAK YANG DIPANGKAS. *dibakar editor*

*Sama-sama, Fur 😎
Buku ketiga adalah sebuah pengalaman baru buat gue. Karena buku ini terdiri dari 50% komik, 40% tulisan, dan 10% keringat dan air mata. Di buku ini, gue ngonsep tokoh, bikin skenario komik, sama bikin tulisan-tulisan pendukung komik. Sementara komiknya digambar sama Julian. Mungkin yang punya Instagram lebih ngenal dia lewat akun @sengklekman. Proses pembuatan buku ini sangat berdarah-darah. Julian sering bolak balik revisi gambarnya, sementara gue hampir koma karena stres dikejar deadline tulisan dan script. Tapi, karena emang kami pengin banget komik ini hasilnya maksimal, kami menjalani itu semua dengan senang hati. Yang lebih keren, gue berasa tokoh di manga Bakuman. Keren banget asli.

*Wah, gue jadi penasaran pengin baca. Teman-teman pembaca sudah pada baca ini belum?
Jadi, sebenarnya inspirasimu itu datangnya dari mana?

Dari kehidupan sehari-hari. Gue sering banget dapet pengalaman absurd. Mungkin  gue emang ditakdirkan buat menceritakan pengalaman-pengalaman itu buat menghibur orang. Hehe.

*Mulia banget hidup lu, Fur.

Saat ini lagi sibuk nulis atau ngegambar apa atau ngecengin berapa cewek? #eh

Kayaknya sekarang sibuk kuliah deh. Sama main game sih. Wkwk
Nulis paling buat hehorean aja. Tapi tahun ini harus selesai 1 naskah. Tunggu ya!

Ehm. Ini penting. Gue udah pensiun dari dunia sepik-menyepik cewek. Ya paling sekarang cuma hobi bikin drama aja sih sama Tiwi atau Chinggam. Bahaha #PodoWae

Ada pesan, nggak, buat teman-teman penulis dan pembaca (terutama pembaca bukumu)?

Buat temen-temen penulis, tulislah apa yang bikin kamu bahagia. Wajar ketika kita melihat tulisan orang lain lebih bagus atau lebih ‘wah’ dari tulisan kita dan kita ingin menjadi seperti mereka. Tapi, ketika kamu meninggalkan jati diri, apa hal itu bikin bahagia? Gak usah malu sama jati diri kita. 

*Setuju banget. Tumben lu waras.

Anak Punk bisa menikmati aliran musik lain, tapi Punk gak akan bisa jadi Blues atau Jazz. Karena yang namanya jiwa itu gak bisa diubah, meskipun fisiknya kita ubah. Ya, intinya gitu deh. Gue ngomong apaan sih?

Buat temen-temen pembaca, apa ya… ehm, maaf karena belum bisa maksimal dalam menulis dan maa karena belum ada tanda-tanda karya berikutnya. Gue tau menunggu itu melelahkan, tapi, tunggu karya gue selanjutnya!

*Siaaap!

Oya, rencana mau lulus kapan? Wkwk

Apa? Ini di mana? Aku siapa? Di mana jodoh gue? Di manaaaaaa?

*Nah, barangkali para pembaca penasaran seperti apa, sih, ketampanan Furqon yang kayak Lee Min Ho ini.
Bahkan balita pun disepik sama dia.
Sumber: qonrobovski
Sila kenalan sama Furqon di Instagram atau Twitter atau Facebook atau ketiganya. Orangnya asik banget dan emang rada gila. Semoga buku selanjutnya segera jadi kenyataan, ya Fur *ini doa sekaligus buat diri sendiri*

Baca juga [SiPiLis #3] Ziggy: Suka Bikin Banyak Karakter

Wah, udah sampai di hari terakhir #BBIHUT6 marathon 😢.
Setelah ini, saya akan bagi-bagi buku gratis dalam rangkaian giveaway hop #BBIHUT6. Tunggu, ya!

14 April 2017

Menimbun Buku: Dapetin Dulu, Baca Nanti



Ini adalah sebagian kecil timbunan saya.

Tumbuh dan tinggal belasan tahun di sebuah kecamatan tanpa toko buku di Pantura Jawa Tengah membuat hal segampang membeli buku jadi amat sulit (sekarang malah amat sangat terlalu gampang sampai harus direm-rem biar nggak keterusan). Waktu SMA, saya sekolah di pusat kabupaten, yang punya dua toko buku mini yang stoknya sering ketinggalan zaman. Nggak heran, meski mungkin agak norak, begitu ada kesempatan ke kota besar (seringnya Semarang) dan menemukan toko buku Gramedia atau Gunung Agung, saya selalu kegirangan.

Kondisi ini berubah drastis setelah saya kuliah di Yogyakarta—yang katanya adalah kota buku. Mungkin kayak katak yang dicemplungin ke air mendidih, dia otomatis akan jejingkrakan seru (belum pernah nyoba, sih)—begitulah saya. Nafsu membeli buku saya yang sekian lama tak terpenuhi, setelah saya dicemplungkan ke Yogyakarta, jadi jejingkrakan tanpa pernah tahu caranya berhenti. Apalagi setelah saya jadi peresensi buku DIVA Press (sekarang sudah nggak), tiap bulan saya pasti dapat tambahan timbunan 3 buku. Juga setelah toko buku daring seolah membelah diri tiap jam saking banyaknya. Nah, berikut ini beberapa alasan mengapa menimbun buku itu jadi salah satu guilty pleasure saya (selain baca hentai #eh dan tetap makan makanan pedas meski sedang diare *apalah arti dunia tanpa cabe rawit*).

Gara-gara kecanduan ikut giveaway

Saya pernah menderita (eh, bahagia) ini sekitar tahun 2014-2015. Awalnya karena pernah menang sekali, lalu pengin ikut lagi. Lalu, eh, ada blogtour novel yang lagi saya pengin. Eh, lumayan dapat buku gratis (meski sebenarnya nggak pengin-pengin amat). Eh, ikutan ah, mumpung syaratnya gampang banget, cuma bagiin tautan giveaway ke medsos. Dan seterusnya... Saya lumayan sering menang. Apalagi kalau novel inceran, beeuuh, saya jabanin ikut giveaway di semua blogtour host. Alhasil lagi, sampai sekarang buku-buku itu masih ngorok di timbunan. Nggak sedikit yang masih segelan.

Di tahap ini, ikut giveaway atau kompetisi berhadiah buku telah jadi guilty pleasure. Pasti seneng banget dapat buku gratis, tapi begitu ingat tingginya timbunan... tetep lanjut ikut giveaway 😂.
Cara menahan diri:
  • Inget timbunan!
  • Hanya ikut giveaway jika buku yang jadi hadiahnya adalah buku yang benar-benar saya inginkan. Tapi ini susah ketika yang ngadain giveaway adalah para bookstagrammers kece yang hadiahnya seringkali sulit untuk diabaikan.

Gara-gara menyasarkan diri ke obralan buku

Ini godaan paling berat! Baru-baru ini saya pergi ke Yogyakarta, dan selama lima hari di sana, saya tiga kali menyasarkan diri ke obralan buku Gramedia (di Hartono mall, Malioboro mall, dan di halaman Gramedia Sudirman). Buku-buku yang awalnya nggak pengin dibeli, gara-gara lagi diobral, jadi beli, deh...
Cara menahan diri:
  • Inget timbunan!
  • Hindari datang terlalu sering ke obralan buku (seringnya itu seberapa, sesuai selera). Prinsip saya (yang sering gagal diterapkan): kalau nggak kuat nahan diri, mending hindari.
  • Kepoin dulu buku yang kayaknya menarik (kepoin di Goodreads, misalnya), apakah dia layak dibeli. Ini sangat membantu saya. Dari tiga kali datang ke obralan buku itu, saya cuma beli satu... boxset (prestasi banget ini) Jonathan Strange & Mr. Norrell. Harganya 50 ribu doang dan setelah saya kepoin di Goodreads, saya tertarik buat baca *ah, pembelaan*.

Gara-gara diskon

Datang ke Togamas Affandi tiap hari Selasa atau ke Togamas Kotabaru tiap hari Kamis (keduanya semua novel diskon 25%) pasti bakal bikin saya pening. Tapi, ya, tetap saya lakuin. Selasa kemarin saya sengaja ke Togamas Affandi. Rencananya pengin beli buku yang ada di wishlist, tapi nahas, semua yang ada di wishlist stoknya habis! (Yah, di Togamas sering begitu, sih. Buku-buku yang lagi laku banget sampai habis mulu sering lama restock-nya.) Akhirnya saya keliling-keliling (ini namanya memancing godaan) dan akhirnya malah beli 2 buku (Cala Ibi dan Saman) yang nggak ada di wishlist. Dan karena di Togamas gratis sampul buku, alhasil kepincut nyampulin juga, yang berarti segelnya dibuka padahal saya nggak tahu kapan buku itu akan saya baca. Puk puk, saya memang sering kurang bijaksana.
Cara menahan diri:
  • Inget timbunan!
  • Hindari datang ke toko buku saat ada diskon besar.
  • Kalau sudah telanjur datang, utamakan membeli buku (-buku) yang ada di wishlist. Kalau nggak ada, mending langsung pulang, deh. Menjerumuskan diri ke dalam kubangan diskon lebih lama itu bahaya! Pasti akan timbul dalam benak saya, Keluar dari toko buku nggak beli apa-apa itu... kayak makan ayam goreng tapi ninggalin kulitnya.
  • Kalau sudah telanjur nggak pulang-pulang meski buku wishlist nggak ada dan nemuin buku lain yang menarik, kepoin dulu buku itu, layak dibeli atau tidak. Kalau bisa dibeli nanti (entah kapan), jangan beli sekarang. Saya selalu mengingatkan diri, Ah, tenang, nanti pasti ke sini lagi, kok. Belinya ntar aja, paling kalau kubeli juga nggak akan kubaca dalam waktu dekat.

Gara-gara PO (Pre-Order)

Sekarang lagi banyak buku yang dijual dengan sistem PO. Keuntungan PO daripada beli setelah bukunya nongol di toko buku, antara lain adalah adanya diskon istimewa dan dapat bonus. PO buku-buku Basabasi itu godaan terbesar dalam dunia per-PO-an. Gimana nggak, bukunya bagus-bagus (bagus menurut saya bukan berarti bagus menurut orang lain, sih) dan diskonnya gede—sampai 35%! Akhir bulan Maret sampai bulan ini saya sudah PO, emmm berapa, ya? Hakim Sarmin Presiden Kita, Alkudus, Zaman Peralihan, dan Utopia Seorang Lelaki yang Lelah... oke, empat 😰.

Sebelumnya saya juga pernah PO Luka dalam Bara lewat BukaBuku karena kepincut tampilan bukunya yang imut. Dalamnya berilustrasi, lagi (btw, saya lagi demen sama buku berilustrasi). Hardcover, harga PO-nya cuma 39.200 rupiah, dan belum dibaca sampai sekarang. Oya, saya juga sempat mupeng PO Carve the Mark, tapi untung berhasil menahan diri.

Cara menahan diri:
  • Inget timbunan! (inget terus tapi nggak mempan)
  • Lagi-lagi, pastikan apakah buku tersebut layak dibeli dalam masa PO. Kalau nggak pengin-pengin banget, mending nggak usah PO. Paling juga nggak akan dibaca dalam waktu dekat, kan. Kalau ternyata benar-benar dan masih pengin, beli aja nanti. Yah, nanti nggak dapat diskon dan bonus istimewa a la PO, dong? Bonus tanda tangan? Beneran butuh tanda tangan penulis, nggak, sih? Nanti juga bisa, lah, minta tanda tangan blio kalau pas ketemu wkwk. Bonus pouch cantik? Duh, lirik koleksi pouch hadiah sabun, hand-body lotion, dll. yang nggak kepake itu. Bonus pembatas buku? Duh, biasanya juga label baju saya jadiin pembatas buku.
*Tulisan ini dibuat untuk memeriahkan #BBIHUT6 marathon dengan topik "Tips dan Pengalaman Seorang Pembaca".
Beginilah kondisi timbunan saya bulan Januari 2017.
Sekarang, saya yakin, tingginya sudah melampaui tinggi adik saya.
Dan akan terus bertambah 😰


bloggerwidgets