Showing posts with label giveaway. Show all posts
Showing posts with label giveaway. Show all posts

5 May 2017

[BBIHUT6] BBI Giveaway Hop - Pengumuman Pemenang

Halo, pembaca semua, dan tentunya kalian yang sudah berpartisipasi dalam BBI giveaway hop yang saya adakan di blog ini. Pasti kalian sudah nggak sabar dan bertanya-tanya kapan pemenangnya saya umumkan, kan? Eh, nggak, ya? Ya sudah kalau gitu... *ngambek*

Namun karena saya berusaha menepati janji mesti kalian merasa saya pehape-in. Sebenarnya saya nggak pehape, saya hanya bingung menentukan siapa pemenangnya, karena banyak jawaban yang menarik. Sampai empat kali tahap saya baru bisa menentukan dua jawaban yang klop di hati saya. Terima kasih saya ucapkan untuk Ama, sahabat saya yang telah saya mintai pendapat. Nah, berikut ini adalah pemenang pertama dan kedua:

Pemenang pertama - voucher buku senilai 150 ribu
Annisa Rizki Sakih
@Annisakih

Pemenang kedua - paket buku
Nabilah Rosyadah
@Ariestanabirah

Selamat buat kedua pemenang!
 
Saya akan segera menghubungi kalian berdua. Terima kasih untuk partisipasi Teman-teman dalam giveaway ini. Untuk kalian yang belum menang di giveaway ini: mungkin belum berjodoh saja, coba terus, jangan menyerah memburu kuis berhadiah buku 😇

15 April 2017

[#BBIHUT6] Giveaway Hop & My Birthday

Yeaay, inilah saat yang saya tunggu-tunggu setelah berjuang selama enam hari berturut-turut nerbitin tulisan di blog ini (kok saya merasa ngos-ngosan--ya iyalah, kan marathon!), akhirnya sampai di hari terakhir!
....
Nggak, maaf, abaikan kalimat di atas. Aslinya, saya seneng bisa ikutan #BBIHUT6 marathon ini. Memang, sih, rasanya ngos-ngosan banget (biasanya ngeblog nggak mesti seminggu sekali 😫) tapi saya merasakan manfaatnya. Itung-itung latihan berkomitmen #eaaa dan berdisiplin. Agak sedih juga sudah selesai marathonnya. Namun apapun itu, saya ingin berbagi buntelan kepada teman-teman pecinta buku dalam rangka giveaway hop sekalian ngerayain ulang tahun saya. Btw, inget-inget, ya ultah saya pas di Hari Kartini, tapi sayang nama saya bukan Kartini, jadi saya nggak bisa ikut kuis "Nama Saya Kartini"-nya Noura Books itu 😭.

Hadiah yang saya siapkan untuk kalian:
  • 1 (satu) voucher buku senilai Rp 150.000,00 untuk 1 (satu) orang pemenang. Buku boleh apa saja, jumlahnya bisa 1 atau 2 atau secukupnya sampai senilai 150.000. Harganya boleh setelah atau sebelum diskon, terserah pemenang. Pokoknya total 150.000 (tenang, ongkir tidak termasuk, akan saya tanggung sepenuhnya). Buku harus bisa dipesan di toko buku daring yang terpercaya yang ada di Indonesia.
  • 1 (satu) paket buku kolpri saya yang masih segel untuk 1 (satu) orang pemenang. Paket berisi buku Jatuh Cinta Diam-diam #2 (Dwitasari & Friends) dan Patah Hati Terindah (Aguk Irawan MN).
Oya, karena ada yang menanyakan tentang mekanisme penentuan pemenang kepada saya lewat Twitter, saya tambahkan di sini penjelasannya.

Pemenang akan saya pilih berdasarkan kelengkapan syarat dan jawabannya. Jawaban yang paling menarik dan ngena di hati saya *eaa* akan jadi pemenang pertama (yang akan dapat voucher buku) dan jawaban menarik berikutnya akan mendapatkan paket buku.

Jika, apes-apesnya--saya harap nggak terjadi--, nggak ada jawaban yang memenuhi ekspektasi saya, maka saya akan minta bantuan random.org.
Ketentuan:
  • Memiliki alamat kirim di Indonesia.
  • Ikuti blog ini, bisa lewat Google Friend Connect atau Bloglovin'.
  • Ikuti akun Twitter saya, @kimfricung.
  • Jawab pertanyaan berikut lewat Twitter dengan mensyen saya dan pakai hestek #BBIGAHop:
Apa yang membuatmu memutuskan membeli sebuah buku fisik padahal kamu sudah punya versi digitalnya?
  • Jawabanmu harus cukup dalam 1 (satu) kali tweet, ya. Jadi, tulis sepadat dan secantik mungkin.
  • Bagikan juga tautan giveaway ini lewat medsosmu, kalau lewat Twitter, tolong mensyen saya dan pakai hestek #BBIGAHop, ya.
  • Para pemenang nanti saya harapkan untuk menuliskan dan membagikan resensi dari buku yang hadiah giveaway ini (boleh di media apa saja).
  • Isikan data dirimu di Google form berikut.



Giveaway ini berlangsung mulai tanggal 15 April 2017 sampai 29 April 2017.
*Kepoin giveaway yang diadain para bloggers yang lain dalam rangkaian #BBIHUT6 di sini (di kolom tanggal 15 April 2017).

9 March 2017

[BLOGTOUR] [UPDATE PEMENANG] Resensi + Giveaway GOLDEN



plot summary

Katakan, apa yang kalian rencanakan bagi satu-satunya hidup kalian yang liar dan berharga?
--Mary Oliver, hlm. 45

Parker Frost selama ini adalah cewek yang belum pernah mengambil risiko. Segala hal dilakukannya menurut rencana matang, tanpa keluar dari garis batas yang dia dan ibunya tetapkan. Belajar dan terus belajar, melakukan yang terbaik di bidang akademis. Itu akan membuat ibunya senang, meski tak lantas mengizinkannya untuk menghabiskan satu malam saja di hari sekolah untuk bersenang-senang dengan sahabatnya, Kat. Bisa dibilang, hidup Parker seperti kereta yang melaju di atas rel: mungkin memang suatu saat ada percabangan, belokan, tapi tetap saja, tak akan pernah keluar dari rel (keluar rel bukanlah hal yang diharapkan).

Dalam hal percintaan, Parker juga belum pernah mengambil risiko mencium Trevor Collins, cowok yang ditaksirnya sejak enam tahun lalu. Dan sekarang, sebentar lagi Parker akan lulus SMA. Oh, tidak. Dia merasa belum melakukan apa-apa (ya, selain prestasi akademisnya, serta undangan sebagai finalis Beasiswa Cruz-Farnetti untuk universitas pilihannya, Stanford). Sampai, saat itu, ketika ia sedang membantu Mr. Kinney mengirimkan jurnal para senior yang ditulis sepuluh tahun lalu, ia menemukan sebuah jurnal yang tak mampu ia abaikan. Jurnal milik Julianna Farnetti.

Julianna Farnetti dan Shane Cruz dulu dikenal sebagai pasangan sempurna di SMA Summit Lakes, sebelum sebuah kecelakaan tragis di malam bersalju merenggut nyawa mereka. Mobil mereka jatuh ke Summit Lake, dan keduanya tak pernah ditemukan. Orang tua mereka menguburkan peti tanpa jenazah. Sejak itulah, mereka berdua menjelma jadi semacam legenda Summit Lake. Foto mereka menghiasi baliho-baliho. Ya, sebatas itu saja pengetahuan Parker, dan mungkin sebagian besar orang yang suka mengarang-ngarang cerita terkait kecelakaan itu. Maka, jangan salahkan Parker kalau ia tak bisa menahan tangannya mengambil jurnal Julianna dan memasukkannya ke dalam tasnya.

Lalu, Kat menantang Parker untuk sekali saja mengambil risiko, melakukan hal yang belum pernah ia lakukan. Dengan segenap pertentangan dalam diri, akhirnya Parker mengambil risiko itu. Ia mulai membaca jurnal Julianna dan menemukan dirinya begitu terisap dalam kisah sang legenda, yang mungkin tak diketahui orang lain. Mungkin Parker bisa melakukan lebih jauh lagi terkait isi jurnal itu: memecahkan teka-teki yang meliputi kecelakaan Farnetti dan Cruz. Mungkin, jika teka-teki itu ingin dipecahkan.

I love riddles

Two roads diverged in a wood, and I—
I took the one less travelled by,
And that has made all the differences.
(“The Road Not Taken” by Robert Frost, 1916)

Saya pertama kali berkenalan dan mencoba memikirkan makna petikan puisi ini saat meresensi novel Sejak Awal Kami Tahu Ini Tidak Akan Pernah Mudah karya Sisimaya (resensi bisa dibaca di sini) Saat itu, saya bertanya-tanya, mengapa judulnya “The Road Not Taken”, bukan “The Road Taken”? Apakah itu berarti sang penulis lebih memikirkan jalan yang tidak diambil daripada yang ia ambil? Apa mungkin, ia menyesali jalan yang ia ambil?

Terlepas dari judulnya, petikan itu (mungkin kamu berminat membaca puisinya secara utuh, sekaligus analisisnya, coba mampirlah ke sini) menjadi ruh utama novel ini. Beberapa tokohnya berhadapan dengan pilihan-pilihan, salah satunya adalah zona nyaman, dan yang lain adalah hal di luar kebiasaan.

Tokoh Parker dihadapkan pada dua pilihan:
1. Melakukan apa yang diharapkan ibunya dan yang biasanya akan ia lakukan selama ini: mengurung diri di dalam kamar dan mulai menulis pidatonya untuk acara makan malam Beasiswa Cruz-Farnetti. Melanjutkan hidup sebagai mahasiswa kedokteran Stanford.

2. Melakukan apa yang Kat suruh Parker janjikan: “lakukan sesuatu yang tidak terduga sekali saja” (Kat, hlm. 32), atau jika dijabarkan, sesuatu itu bisa berarti: (a) mengambil risiko, (b) tidak melakukan sesuatu yang orang lain harap ia lakukan, (c) melakukan sesuatu yang benar-benar ia inginkan, meskipun mungkin ia tidak pernah melakukannya (hlm. 32). Dalam sudut pandang Parker, “sesuatu” ini adalah membiarkan dirinya terobsesi jurnal Julianna Farnetti. Melanjutkan hidup sebagai penulis seperti ayahnya.

Tokoh Julianna juga dihadapkan pada dua pilihan:
1. Mengabaikan Orion dan menjalani kehidupan seperti biasa, sebagai pasangan Shane Cruz. Tidak menghidupkan kembali kegemarannya melukis.

2. Membuka diri terhadap Orion dan hal-hal baru yang bisa ia lakukan tanpa terus dikaitkan dan tergantung dengan Shane (selama ini ia merasa separuh hidupnya milik Shane). Hei, Julianna juga punya kehidupan sendiri! Menggapai cita-citanya sebagai pelukis.

and I love poems too

Selain “The Road Not Taken”, puisi-puisi lain Robert Frost (ya, mungkin ia masih keluarga Parker Frost) bertebaran di sekujur novel.  Buku puisi Robert Frost adalah favorit Parker. Buku itu dihadiahkan padanya oleh ayahnya, yang juga seorang penyair. Saya jadi ingin baca buku puisi Robert Frost juga.

antara karyawan dan seniman

Pasti bukan kebetulan ketika penulis menjadikan sosok ibu Parker sebagai orang yang kaku dan terbelenggu rutinitas pekerjaan (dia bekerja dari pagi sampai malam), dan menuntut Parker agar sukses di bidang akademis. Sementara itu, ayah Parker, diceritakan sebagai penulis puisi yang, menurut ibu Parker, pengangguran. Setelah menerbitkan buku puisinya kali pertama, ayah Parker tidak menerbitkan lagi selama bertahun-tahun, dan itu membuat ibu Parker merasa tidak aman. Ekonomi keluarga disokong sepenuhnya oleh sang Ibu. Di masa kini, mereka berdua telah bercerai.

Ibu Parker memandang remeh keindahan seni dan kesenangan sederhana semacam bermain salju di taman. Hidupnya hanya untuk bekerja dan bekerja. Sementara itu, ayah Parker sebaliknya. Mungkin, ibu Parker juga menggambarkan para orang tua di negeri kita, yang tak jarang menganggap remeh jika anaknya memilih mendalami seni, dibanding kuliah kedokteran, misalnya. Terutama jika berkaitan dengan masalah penghasilan. Stigma semacam itu memang masih ada, dan mungkin akan tetap ada entah sampai kapan.

Ngomong-ngomong, karakter ibu Parker mengingatkan saya akan ibu si Anak Perempuan di film The Little Prince (2016). Saat Parker berpidato di depan dewan beasiswa, mau tak mau saya membayangkan adegan film tersebut, saat si ibu mendampingi putrinya dalam pidato penerimaan Werth Academy.

interaksi MBTI parker dan kat, api dan es

Iseng, saya mencoba mengambil tes kepribadian di 16personalities untuk karakter Parker. Tak mengejutkan, hasilnya sesuai dengan tebakan saya: Parker seorang ISTJ-T (saya pernah berinteraksi intens dengan seorang teman ISTJ, jadi saya lumayan memahami karakternya. Kalau kamu ingin tahu lebih jauh tentang ISTJ, sila klik ini). Tapi, kalau kamu ingin tahu lebih jauh tentang karakter INTP, maka kenalilah saya 😂.

Sementara itu, tebakan saya, karakter Kat berkepribadian ENFP atau ENTP. Ouch, setelah mengambil tes, ternyata dia ENFP-A (sila klik ini kalau ingin tahu lebih lanjut). Oleh karena itu, penulis membuat Trevor menjuluki duo itu “api dan es”. Saya pikir, itu karena kepribadian mereka.
Awalnya, kupikir julukan “es” itu berhubungan dengan nama keluargaku (Frost), atau mungkin warna mataku (biru), tapi setelah bertahun-tahun, semakin jelaslah bahwa bukan itu yang ia maksudkan. Sama sekali. (hlm. 9)
Kepribadian Parker dan Kat memang sangat bertentangan. Misalnya, Kat dengan mudah akan mengajak Parker pergi ke suatu tempat tanpa merencanakan lebih jauh, sedangkan Parker kebalikannya. Dialog mereka di halaman 63 dengan gamblang menjelaskan kepribadian mereka.
Parker:
Rencananya kurang matang—
Kat:
Ini rencana terbuka. Masih banyak ruang untuk berbagai kemungkinan. Kita bisa memutuskan sisanya saat kita pergi nanti.
Parker:
Mungkin. Tapi kita harus membuat rencana yang matang terlebih dulu. Misalnya soal uang, dan jadwal, dan peta.
Kat:
Di situlah gunanya dirimu. Itu bagian merepotkan tapi penting yang merupakan keahlianmu, jadi semuanya sempurna.
Pertentangan kepribadianlah yang menyatukan mereka. Saya juga suka ketika Kat dengan sangat pengertian memahami saat Parker belum siap mengungkapkan rahasianya (hlm. 79). Sangat manis juga ketika Kat diam-diam merencanakan sesuatu. Oh, saya sangat menyukai persahabatan mereka berdua!

Trevor juga sangat manis, dia memahami obsesi Parker akan Julianna Farnetti dan Shane Cruz, dan tidak menganggap itu konyol. Juga bagaimana usahanya selama ini untuk mencairkan si “es” itu.
Tidak, tidak bodoh. Seperti di film. Seperti salah satu film-film cewek itu. Kalau kau menemukannya, itu artinya memang ada sesuatu di luar sana untuk dipercayai—cinta sejati, takdir, dan semua itu.
(Trevor, hlm. 232)

(Salah satu) Momen romantis, yang sayangnya tidak disadari oleh Parker (seperti biasa) adalah saat dia dan Trevor dalam satu mobil dan tubuh Parker penuh lumpur. Kata-kata Trevor bikin saya salah tingkah.
Parker:
Oh, sial, maaf. Aku benar-benar mengotori mobilmu.
Trevor:
Tidak, jangan khawatir. Aku bukan melihat lumpurnya, Frost.
(hlm. 90)

Eh, bukan kebetulan juga, jika oleh Orion, Julianna dijuluki “Putri Es” (hlm. 98). Juga gambar di pinggiran Summit Lake berjudul “Api dan Es”. Juga judul puisi Robert Frost.
Some say the world will end in fire,
Some say in ice.
From what I’ve tasted of desire
I hold with those who favor fire.
But if it had to perish twice,
I think I know enough of hate
To say that for destruction ice
Is also great
And would suffice.
Robert Frost, 1920
(Sumber di sini)
Lho, saya malah jadi teringat Game of Thrones.
Deskripsi tempat-tempat penting juga sangat berhasil memukau saya, terutama Summit Lake.
Sumber: Naturefully

simpulan

Sudah sepantasnya jika saya memberi novel ini rating 4/5. Kenapa nggak 5? Karena bagian akhirnya terasa terlalu cepat dan agak dipaksakan. Terlepas dari itu, saya suka bagaimana penulis meramu kisah pencarian jati diri seorang anak SMA dengan bumbu teka-teki legenda kota, kisah persahabatan dan sedikit percintaan yang porsinya pas. Terlebih, covernya cantik. Apalagi kalau pas mantulin cahaya matahari. Namun saya masih bertanya-tanya mengapa judulnya “Golden”. Ada ide?

Pada akhirnya, penulis ingin menyampaikan pada para remaja dan dewasa muda, atau semua pembaca pada umumnya, untuk menerima dirimu apa adanya, tapi kamu keren jika berani mencoba melakukan hal baru yang bisa mengembangkan dirimu. Dan, kamu sebaiknya berani menghadapi konsekuensi atas pilihan yang kamu pilih.
Aku harap kau tahu bahwa aku bersedia kembali dan mengubah segalanya kalau bisa. Tapi hidup tidak berjalan seperti itu, dan kita semua harus hidup dalam pilihan-pilihan yang kita buat. (hlm. 262)
rating saya

giveaway

Oke, saatnya giveaway! Giveaway ini berhadiah notebook cantik Golden untuk satu orang pemenang.
Yah, kok bukan novel hadiahnya? Hadiah novelnya ada juga kok, tapi nanti di giveaway final yang akan diadakan di FB Penerbit Spring. Nah, untuk giveaway ini, syaratnya mudah banget:
  1. Follow blog ini, boleh via GFC atau Bloglovin’. Temukan tombolnya di side bar.
  2. Follow Twitter @kimfricung dan @penerbitspring.
  3. Bagikan link giveaway ini Twitter, mention @kimfricung dan @penerbitspring.
  4. Tuliskan di kolom komentar: nama, akun Twittermu, dan shared link. Good luck! 
  5. Giveaway ini berlangsung tanggal 9-13 Maret 2017.
Kunjungi juga blog-blog lainnya, ya!

identitas buku

Judul: Golden
Penulis: Jessi Kirby
Penerjemah: Wisnu Wardhana
Penyunting: Adeliany Azfar
Proofreader: Titish A.K.
Layout Cover: @teguhra
Penerbit: Spring
Cetakan: I, Januari 2017
Tebal: 308 halaman
ISBN: 978-602-74322-7-7
Harga: Rp 79.000,00

pengumuman pemenang

Yeay, waktunya tiba untuk mengumumkan siapa pemenangnya! Menggunakan situs random.org, satu nama berhasil terpilih, yaitu:
Siti Nihlatul Fuadah
@nihlafuadah09

Selamat, kamu berhak memenangkan satu buah notebook Golden! Pemenang akan saya hubungi langsung. Terima kasih untuk teman-teman lain yang telah berpartisipasi dalam giveaway ini. Saya ingatkan lagi, tanggal 16 Maret nanti akan ada giveaway final berhadiah novel Golden di FB Penerbit Spring. Jangan lupa ikutan, ya! Semoga bisa menang lain kali 😃

28 April 2016

Giveaway Berhadiah 3 Novel Fantasi (Host: Biondy Alfian)

Di post sebelumnya, saya membagikan tautan "Mendadak Giveaway (2)" di blog Biondy. Nah, karena saya maruk, saya mau ikut juga yang "Mendadak Giveaway (1)". Hadiahnya bikin ngiler! :X

1. Cinder by Marissa Meyer (review)

Ini buku pertama dari Lunar Chronicles, yang merupakan salah satu novel young adult yang saya rasa paling sering diperbincangkan oleh para blogger buku kece ketika ia terbit. Banyak yang memberi ulasan positif. Dan saya, seperti biasa, selalu ketinggalan zaman. Kerennya, saya memang tidak mau ikut arus, saya maunya nonton orang-orang lain terseret arus atau bahkan tenggelam, sambil tertawa-tawa di pinggiran sungai *jahat*. Padahal sih, sebenarnya, gara-gara nggak punya novelnya, nggak menang giveaway-nya, dan lagi pelit buat beli sendiri :)]
 
2. Ther Melian: Recollection - Shienny M. S. (review)

Novel ini merupakan spin off dari tetralogi Ther Melian. (Saya sering menjumpai tetralogi tersebut di toko buku, dengan kovernya yang mengkilap bergambar semacam elf atau apalah itu. Tapi saya nggak pernah beli.) Kata Biondy, buku ini bisa dibaca secara terpisah dari tetraloginya, jadi saya tak khawatir.

3. A Reaper of Stone - Mark Gelineau & Joe King (review)
Kalau yang ini, saya baru dengar sekarang. Ratingnya cukup bagus di Goodreads.

Nah, langsung saja, ini dia tautan giveaway-nya:


Semoga (saya) beruntung! :D


25 April 2016

Giveaway Berhadiah 3 Buku Berbahasa Inggris

Halo, Readers! Selamat hari Senin! 

Kali ini, saya akan membagikan giveaway yang diadakan oleh Biondy di blog-nya. Nah, kenapa saya bikin post ini? Tak lain karena blio mensyaratkan pesertanya untuk bikin entry di blog masing-masing terkait giveaway ini :-h. Sebenarnya ada dua giveaway yang sedang berlangsung sambung-menyambung menjadi satu itulah Indonesia di blog blio, yang pertama berhadiah 3 buku fantasi, dan yang kedua (yang saya post ini) berhadiah 3 buku berbahasa Inggris.


1. The Accidental Tourist by Anne Tyler
Novel drama keluarga ini bertokohutamakan Macon Leary, seorang travel writer--yang anehnya membenci perjalanan dan hal-hal di luar kebiasaan. Hidupnya berubah setelah bertemu dengan Muriel, seorang pelatih anjing.

2. The Satan Bug by Alistair MacLean
Novel terbitan tahun 1995 ini berkisah tentang agen rahasia, fasilitas pemerintahan rahasia, dan virus mematikan.

3. The Snake by Mickey Spillane
Novel crime-mystery ini merupakan salah satu buku dalam seri bertokohutamakan Mike Hammer, seorang investigator swasta New York.

Biondy menuliskan bahwa ketiga buku itu ia beli secara impulsif, karena tergiur oleh harga murah. Saya banget lah, ini! Saya sering beli sesuatu secara impulsif, tak tahan oleh godaan diskon, apalagi obralan :)]. Langsung saja, klik tautan berikut untuk ikut giveaway-nya:


Hanya berlangsung selama 3 hari, lho, sampai 28 April 2016!

15 April 2016

#HUT5BBI | GIVEAWAY HOP


Hola, Readers! Hari ini adalah hari kelima event #HUT5BBI, dan merupakan hari yang membahagiakan buat kita semua, karena banyak BBIers melaksanakan giveaway serentak. Nah, saya memang tidak ikut event hari kedua, ketiga, dan keempat, tapi saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk wajib ikut #BBIGiveaway ini. Tak lain karena saya ingin beberes lemari sebelum pindahan dan mengasingkan diri di daerah terpencil selama satu tahun. 

Saya mempersembahkan buku-buku berikut ini sebagai hadiah giveaway:








SYARAT DAN KETENTUAN

  1. Domisili di Indonesia.
  2. Follow blog ini via Google Friend Connect atau Bloglovin' (lihat di sidebar).
  3. Follow akun Twitter @kimfricung.
  4. Share giveaway ini di Twitter, dengan hestek #BBIGiveaway, mensyen @kimfricung dan @BBI_2011.
  5. Pilih empat buku yang kamu inginkan, sesuai urutan prioritas. Misalnya: Distance Blues, Reruntuhan Musim Dingin, Interval, Rentak Kuda Manggani --> berarti Distance Blues prioritas pertama.
  6. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar: "Tolong berikan saranmu agar blog ini jadi lebih kece."
  7. Format jawaban:
Nama:
Akun Twitter:
E-mail:
Buku pilihan:
Jawaban:

Akan saya pilih 3 orang pemenang dengan pilihan buku prioritas pertama yang berbeda. Giveaway ini berlangsung tanggal 15 - 21 April 2016

Masih ada banyak giveaway lain, lho, yang bisa kamu ikuti! Cek di sini.

Selamat mengejar keberuntungan! :D

12 April 2016

MOVE ON GARIS KERAS | Blog Tour (Review + Giveaway)





Judul: Move On Garis Keras
Penulis: Furqonie Akbar, Utami Pratiwi, Ghina Oksa, Kimfricung, Reza Nufa
Editor: Ainini
Penerbit: Ping
Tebal: 180 halaman
Harga: Rp 38.000,00
ISBN: 978-602-391-107-3

REVIEW

Menurut Urban Dictionary, frasa “move on” berarti “jump out of the troublesome stuffs and go on with your life; stop to go on making a happy living from all the pains that you had. Kalau begitu, istilah “move on” seharusnya bisa dipakai dalam konteks universal, misalnya move on dari pekerjaan lama yang menyiksa (tugas banyak, atasan ngasih deadline seenak jidat, gaji tak sebanding dengan kerja keras) dan mencari pekerjaan baru yang lebih menyenangkan. Atau move on dari ngefans Super Junior dan beralih ke Infinite yang lebih muda dan dance-nya lebih sharp (dibakar fans setia Super Junior). Ups, tapi move on harus ada elemen “bangkit dari situasi penuh masalah atau rasa sakit”. Apakah ngefans Super Junior menimbulkan masalah dan rasa sakit, sehingga saya merasa ingin move on? Skip, deh, makin lama makin nggak nyambung :)].

Di masa yang penuh dengan kaum muda kekinian ini, di mulut mereka, istilah “move on” seolah melekat dengan konteks percintaan, yaitu bangkit kembali setelah putus dengan (mantan) kekasih. Betapa kuatnya kata yang berkaitan dengan “mantan” ini, sehingga nyaris segala hal yang mengangkat tema tentang mantan akan laris manis. Lagu, bejibun tips, novel, buku. Ketika mengetik kata “mantan” di kolom pencarian Google, simsalabim! Langsung muncul lebih dari 7 juta hasil, dan semua yang menempati halaman pertama hasil pencarian bicara tentang mantan pacar. Nah, ini juga fenomena penyempitan makna (apa ya, istilah kerennya?), di mana kata “mantan” seolah selalu dimaksudkan untuk menyebut “mantan pacar”.

Setelah putus dengan kekasih, kita seolah berada di jurang kehidupan. Butuh usaha keras untuk memanjat tebingnya dan sampai  di atas kembali. Nah, ketika kita sudah berhasil sampai di atas dan tanpa rasa takut menjenguk ke kedalaman jurang, itu berarti kita sudah berhasil mencapai tahap pertama move on. Move on itu gampang-gampang susah. Bisa lebih banyak gampangnya, bisa juga lebih banyak susahnya. Tergantung niatmu, strategimu, dan jenis mantan yang sedang kauhadapi. Oleh karena itu, move on adalah hal yang sangat spesifik. Melalui buku ini, 3 cewek dan 2 cowok menyatukan kekuatan masing-masing sambil tetap mempertahankan keunikan dalam menghadapi serangan mantan. 

Cara menghadapi serangan berbagai jenis mantan dikupas satu per satu. Ada 24 jenis mantan yang coba dianalisis secara mendalam sambil guyon, tak jarang melibatkan serentetan sedu curhatan penulisnya. Beberapa di antaranya adalah, "mantan yang jadian dengan sahabat", "mantan terindah", "mantan yang masih perhatian", "mantan yang brondong", "mantan beda agama", dan "mantan tukang santet". Selain itu, masing-masing penulis menambahkan cerita pengalaman pribadi (bisa faktual, dibikin-bikin, atau fakta yang dibumbuin) seputar move on dari mantan.

Kimfricung meleburkan curhatannya di bahasan tiap jenis mantan, sedangkan empat penulis yang lain mengkhususkan satu subbab untuk cerita pengalaman move on mereka. Kimfricung juga melakukan olah statistik seputar fenomena mantan dan move on. Ghina Oksa menyertakan transkrip wawancara dengan para pelaku move on, begitu juga dengan Furqonie Akbar dan Utami Pratiwi. Dalam wawancaranya, Furqon membikin terobosan baru *halah* dengan mewawancarai narasumber terkait move on dalam konteks yang lebih universal, yaitu move on dari keterpurukan hidup (bukan dari mantan doang). Dalam wawancara itu, kita bisa membaca betapa keras perjuangan Sayfullan (salah satu narasumber Furqon, seorang penulis yang produktif jebolan Kampus Fiksi #1) untuk bangkit dari keterpurukan akibat penyakit yang dideritanya.

Dari tulisan mereka, pembaca bisa menyerap ciri khas gaya menulis masing-masing. Reza Nufa, dengan sudut pandang penulisan "saya", selalu memberikan perenungan yang filosofis, dan terasa emosional (seperti ia bilang sendiri) dalam tulisan tentang "mantan beda agama". Btw, tulisan Reza quotable banget.
"Negeri ini masih terlalu muda untuk memahami cinta yang luhur. Selain susah dijalani, kisah cinta beda agama pun lebih banyak berakhir sebagai kenangan." (Reza)
Sementara itu, dari tulisan Utami Pratiwi alias Tiwi, pembaca diajak menyelami fenomena move on dari sudut pandang perempuan dewasa yang pernah muda *maksudnya apa*. Gaya menulis blio dengan sudut pandang "aku", mendayu dan terkesan serius (nggak kayak Furqon yang kesannya slenge'an melulu).
"Tidak seperti dulu, aku yang sekarang sudah sangat siap menerima undangan pernikahannya." (Tiwi)
Nah, dengan sudut pandang "gue"-nya, Furqon berhasil membikin buku ini terkesan semi-personal literature yang mengumbar pelajaran hidup secara konyol dan narsis abis. Khas Furqon, deh, kayak di buku solonya yang terbit tahun 2015, Cinta Acakadut. Dalam pembahasan tiap jenis mantan, Furqon menuliskan tips dengan singkat, padat, dan jelas.
"Di saat kita terpuruk, pasti ada mantan yang sedang menertawakan kita." (Furqon)
Lain lagi dengan Oksa, yang menggunakan sudut pandang "aku". Tulisannya kental dengan gaya anak SMA (ya, karena emang dia masih anak SMA yang unyu). Tips-tips tentang move on-nya pun banyak yang ditulis dalam konteks kehidupan masa sekolah (SMA), contohnya bahasan tentang "mantan satu kelas".
"Untuk apa kau semakin menguatkan genggamanmu jika benda yang kaugenggam itu melukai tanganmu? Bukankah lebih baik untuk melepaskannya, dan mengobati tanganmu yang terluka?" (Oksa)
Dalam tulisannya, Kimfricung, berlagak ilmiah dengan menggunakan sudut pandang "saya", sambil berusaha tetap ngelawak (meski kadang garing). Ia banyak menebarkan ilustrasi atau perumpamaan untuk memudahkan penjelasan tentang mantan dan move on. Kadang, perumpamaannya bisa menjijikkan, seperti "umbel yang bergelayut manja". Dari olah data statistiknya, dia cukup berhasil membuktikan kebenaran hipotesis berikut:
"Seorang mantan pacar yang menjadi stalker, dulunya adalah pacar yang posesif. Beruntunglah kamu kalau kalian sudah putus!" (Kimfricung)
Ada beberapa tips yang sama-sama diajukan oleh beberapa penulis, yang berarti mereka memiliki pemikiran yang serupa terkait hal itu. Namun, di lain pembahasan, tips yang mereka ajukan bisa sangat kontradiktif. Misalnya, tentang membuang atau mengembalikan barang-barang pemberian mantan. Oksa dan Tiwi menganjurkan demikian, tapi Reza dan Kimfricung menganjurkan sebaliknya, yaitu untuk tetap menyimpan barang-barang sarat kenangan. Kontradiksi ini, alih-alih menimbulkan kesan mencla-mencle buku ini, ia malah menegaskan bahwa cara-cara move on itu sangat spesifik dan custom-built. Perbedaan pendapat para penulis tersebut membebaskan pembaca untuk memilih sendiri mana yang sesuai dengannya, atau malah pesimis akan seluruh pendapat para penulis dalam buku ini. Terserah, karena tujuan buku ini ditulis bukan untuk menjadi semacam "buku pegangan wajib" yang harus dipatuhi sekaligus menggurui, melainkan untuk berbagi pengalaman.

Nah, siapkah kau untuk move on?

GIVEAWAY :D

Terima kasih karena kau telah (berpura-pura) bersabar membaca ulasan saya yang tidak pendek di atas (padahal saya tahu kalau kau sudah tidak sabar membaca bagian "giveaway"-nya). Saya juga minta maaf karena terlambat meng-upload post ini, lantaran sesuatu yang menyebalkan terjadi pada kabel output charger laptop saya (padahal laptop saya nggak bisa nyala kalau nggak dicolok ke sumber listrik). Sekarang, saya akan membagikan syarat dan peraturan giveaway buku Move On Garis Keras ini. Dari seluruh peserta yang memenuhi seluruh syarat dan peraturan, akan dipilih satu  yang memenangkan satu (1) eksemplar buku Move On Garis Keras gratis.

Syarat & Peraturan

  1. Domisili di Indonesia.
  2. Follow blog ini, bisa via Google Friend Connect atau Bloglovin'.
  3. Follow akun Twitter para penulisnya: @kimfricung, @qonrobovski, @haitiwi, @ochakrn, dan @rezanufa. Juga Twitter penerbitnya, @ping_fiction.
  4. Bagikan tautan giveaway ini di medsos. Kalau di Twitter, pakai hestek #MOGK, ya. Boleh mensyen penulis dan atau penerbitnya, boleh juga nggak.
  5. Tulis nama, akun Twitter, dan alamat e-mail-mu di kolom komentar, diikuti jawaban atas pertanyaan ini: "Kalau kamu diberi kesempatan untuk memiliki satu kekuatan super agar bisa move on dari mantan pacar, kekuatan apakah yang kamu pilih?"
  6. Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 18 April 2016, jadi jangan ketinggalan, ya! Pemenang akan diumumkan pada tanggal 20 April 2016 (doakan semoga tidak ada halangan berarti sehingga saya bisa post tepat waktu, wkwk).
Selamat berpartisipasi, dan selamat move on! :D

bloggerwidgets