Showing posts with label rumah hantu. Show all posts
Showing posts with label rumah hantu. Show all posts

13 November 2014

[Resensi IMMORTALITY OF SHADOW] Apa yang Ada di Bawah Ranjangmu?


Judul Buku                      : Immortality of Shadow
Penulis                             : E. Rows
Tebal                                : 264 halaman
Penerbit/cetakan              : Divapress/Cetakan pertama, September 2014
ISBN                                : 978-602-255-683-1
Harga                                : Rp 40.000,00

http://www.popwrapped.net/wp-content/uploads/2013/10/bloody_face.gif


“Bagaimana kulitmu bisa mengelupas seperti itu? Dibakar?”
Hening.
“Dia memotong lidahmu terlebih dahulu, lalu baru membakarmu?”
Hening kembali. (halaman 233)
Novel ini adalah cerita horor ketiga yang saya baca tahun ini, setelah kumpulan cerpen Ground Zero dan Anjing Kematian karya Agatha Christie. Novel horor ini dibuka dengan perkenalan tokoh, kemudian masuk ke prolog. Pembaca langsung disodori sebuah adegan, yang mungkin menurut penulis adalah adegan paling sadis dalam novel itu. Masuk ke bab selanjutnya, pembaca diperkenalkan pada keluarga besar Golik, yang tinggal dalam satu rumah besar di daerah Watertown, New York.

Corey, istri James Golik, sesungguhnya ingin pindah dari rumah yang terlampau padat itu karena mendambakan ketenangan. Pada lewat tengah malam, ketika sedang lembur, seringkali ia terganggu oleh suara-suara. Ia menduga itu ulah keponakannya, atau anak bungsunya, Janet, yang menderita somnambulisme (tidur berjalan). Sementara itu, putranya, Barry, seringkali memimpikan hal-hal buruk yang akan menimpa saudara kembarnya, Rose.

Corey sudah sangat ingin pindah. Namun, James tidak menggubrisnya, dan mereka berdua malah saling tidak bicara karena suatu masalah. Pikiran James sesungguhnya juga sedang kalut, karena perusahaannya telah bangkrut, dan ia belum memberitahu  istrinya. Bahkan, setiap hari ia pura-pura berangkat kerja. Tak mau menunggu James lebih lama, Corey meminta tolong temannya, Jean, untuk dicarikan rumah. Akhirnya, Jean mempertemukannya dengan McNoir, yang menawarkan An Hammer pada Corey. Rumah itu terletak di ujung jalan Carol Pl, hampir dekat hutan, di daerah Boonville, hanya satu jam lebih dari Watertown. Corey membeli rumah itu dengan uang simpanannya, tanpa meminta persetujuan James.

“Atapnya yang tinggi dan banyak jendela yang mengelilingi… Hanya dua lantai, bergaya Victoria klasik. Namun sekilas mirip juga dengan rumah bergaya Tudor dengan halaman yang lumayan luas…” – halaman 108
“Pagar yang mengelilingi rumah mendapatkan sentuhan ukiran yang khas dari Kerajaan Inggris. Sementara, rumah itu memiliki bentuk jendela dan pintu yang khas dari Prancis.” – halaman 104
Mungkin gambar rumah ini bisa mewakili An Hammer, meski tidak terlalu mirip dengan bayangan saya.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/eb/NewtonMA_HouseAt203IslingtonRoad.jpg/220px-NewtonMA_HouseAt203IslingtonRoad.jpg
Ada satu lagi keistimewaan rumah itu: memiliki danau di halaman belakangnya! Anak-anak keluarga Golik senang bukan main mengetahui hal ini, terlebih si kembar Barry dan Rose. Namun kesenangan mereka dibayangi oleh kenangan-kenangan mengerikan tentang masa lalu rumah itu. Janet, yang memilih kamar paling luas di rumah itu, menemukan kamar rahasia di bawah tanah. Semenjak itu, ia memiliki teman baru, seorang bocah bernama Dalal, yang hanya bisa dilihat olehnya. Petunjuk demi petunjuk mulai terkuak oleh Eliana, si putri sulung. Perkenalannya dengan seorang pemuda lokal, Dave, membuatnya mengetahui cerita tentang kisah bunuh diri dan pembunuhan tragis satu keluarga pemilik awal An Hammer.

Juga suara tengah malam yang sering terdengar oleh Eliana.
Dug. Dug. Dug.
Kemudian, terjadilah peristiwa yang membahayakan nyawa Rose, yang bermula dari permainan papan Ouija.
Rose kerasukan suatu roh jahat, dan sejak itu ia berubah menjadi makin aneh (sebelumnya, ia adalah gadis yang misterius). Seringkali ia melakukan perbuatan yang membahayakan nyawanya sendiri. Tingkahnya ini membuat Corey kelabakan, dan mulai percaya akan cerita hantu penghuni An Hammer. Di sisi lain, James menganggap Rose hanya bertingkah, dan tak memercayai cerita hantu. Ditambah dengan rasa frustasinya karena tak kunjung mendapat pekerjaan, James kerapkali bertengkar dengan Corey. Bahkan, ia menyekap Rose agar gadis itu tak menyakiti diri sendiri. Puncaknya, seperti kesetanan, James membakar putrinya sendiri. Kejadian mengerikan itu telah dimimpikan oleh Barry sebelumnya. Apakah ia sanggup menyelamatkan kembarannya dan keluarganya, sementara dirinya sendiri dihantui?

bloggerwidgets