8 May 2018

[BLOGTOUR "Geekerella"] Ledakkan Bintang-bintang!


Sumber gambar: Penerbit Haru Online Shop
“Kalau kau tidak bisa memenangkan pertarungan, pakai senjata yang lebih besar.”
(Episode 14, Lebih Baik di Ruang Angkasa daripada Tidak Selamanya) – hlm. 87
Elle menjadi semacam asisten rumah tangga di rumahnya sendiri, sejak ayahnya meninggal. Catherine, ibu tirinya, selalu punya alasan untuk menyalahkannya, menyuruh-nyuruhnya melakukan segala pekerjaan rumah tangga. Seolah Elle tidak sama-sama (atau malah lebih) menderita saja. Sementara itu, sepasang saudari tirinya yang adalah vloggers kecantikan, Chloe dan Cal, dengan senang hati menyiksa batinnya dengan olokan-olokan yang mereka lakukan bersama geng anak populernya. Selama liburan musim panas, Elle menghabiskan waktunya mengurus urusan domestik (sementara Catherine bekerja—ia seorang perencana pernikahan, dan si Kembar kursus tenis) dan bekerja di truk makanan Magic Pumpkin—truk makanan sehat—bersama Sage, yang juga adalah putri sang pemilik.

Sementara Elle tidak memiliki ingatan kuat tentang ibunya, yang telah meninggal saat ia masih kecil, tidak begitu dengan ayahnya. Baginya, ayahnya adalah sosok pahlawan. Orang yang mengenalkan serial fiksi-ilmiah klasik Starfield padanya. Elle selalu menonton itu bersama ayahnya, dan sejak itu Elle telah menjadi seorang penggemar fanatik. Ayahnya jugalah yang memprakarsai ExcelsiCon, sebuah konvensi penggemar film fiksi-ilmiah. Setelah ayahnya meninggal, Elle tak pernah lagi pergi ke konvensi itu.

Elle kecewa berat ketika mengetahui siapa pemeran Carmindor dalam Starfield versi remake. Darien Freeman. Aktor opera sabun yang digemari cewek-cewek ABG. Bagi Elle—dan bagi para fans fanatik lain—sungguh, Darien tidak layak memerankan Carmindor. Sebagai pemilik blog RebelGunner (isinya tentang Starfield—oh, ayolah, apalagi yang begitu dipahami oleh Elle), ia menuliskan kritikan tentang pemilihan pemain Starfield versi remake itu. Dan, bum! Terkejut-kejutlah ia ketika mendapati berkat artikel itu, blognya jadi sangat terkenal!

Elle tak pernah punya teman sungguhan. Oleh karena itulah, karakter-karakter dalam Starfield begitu berharga baginya, karena merekalah teman-temannya. Maka, ketika ada seseorang yang mengaku Carmindor menghubungi nomornya, yang adalah nomor peninggalan ayahnya, dan mereka saling berkirim pesan terus-menerus, Elle akhirnya merasa punya teman sungguhan.

Maka setelah menemukan kostum cosplay Carmindor dan Putri Amara milik orang tuanya di loteng, Elle memutuskan untuk memakai kostum itu dalam kontes kostum di ExcelsiCon. Malam itu, berhasilkah ia tampil di dalam kostum orang tuanya dan menemukan dirinya sendiri?

*
Aku punya peran untuk kumainkan, aku punya karier, tapi semua itu di luar kendaliku. Aku terjebak di kursi pilot dalam pesawat bernama hidupku, dan tanganku terikat. (Darien, hlm. 160)
Darien Freeman adalah aktor muda yang terkenal setelah membintangi Seaside Cove dan punya banyak penggemar cewek. Apakah dia bahagia? Tidak terlalu, ternyata.

Hidupnya serasa bukan miliknya. Segalanya telah diatur, terlebih oleh ayahnya sekaligus manajernya, Mark, yang seolah menjadikan Darien sebagai mesin penghasil uang. Darien kehilangan sosok ayahnya yang dulu, sebelum ketenaran itu membayanginya ke mana pun ia pergi. Tak hanya itu, ketenaran juga telah membuatnya kehilangan sahabatnya, Brian.
Mungkin itulah yang ketenaran berikan. Ketenaran merusak apa pun di sekitarmu sampai sahabatmu sendiri melihatmu lebih karena namamu alih-alih sebagai seseorang, sebagai komoditas alih-alih individu. Mungkin begitulah hidupku sekarang.
(Darien, hlm. 283)
Kali ini, Darien harus memerankan Pangeran Federasi, Carmindor, dalam remake film Starfield. Sesungguhnya ia pun adalah seorang penggemar fanatik serial itu, tapi demi skenario yang harus ia patuhi, ia harus tampak seperti orang yang tidak benar-benar tahu tentang Starfield. Hujatan dari Stargunners menyerangnya, meski para penggemarnya pun selalu menunjukkan dukungan.

Memerankan Carmindor, Darien harus berhadapan dengan dirinya sendiri, dengan segala insekuritasnya.
Hanya cara lain untuk membuktikan aku bukanlah Pangeran Federasi. Dia tidak takut pada ketinggian, atau kebakaran, atau melayang di angkasa dengan 0,1% kemungkinan mendarat di targetnya.
Darien Freeman? Dia takut pada semua itu.
(Darien, hlm. 123)
***

Ibu tiri yang jahat.
Sepasang saudara kembar yang gemar menyengsarakan hidupmu.
Seorang pangeran tampan.
Pesta dansa.
Sebelah sepatu yang tertinggal.
Terdengar familiar?

Geekerella adalah reka-ulang kisah klasik Cinderella. Istilah “Geekerella” muncul pertama kali setelah pesta dansa di konvensi ExcelsiCon. Kala itu, para pemenang berkesempatan bertemu dan berdansa dengan Darien, salah satunya adalah sang Putri Amara juara kedua, yang kemudian dijuluki oleh media sebagai “Geekerella”, dari julukan “geek”, yang dalam konteks novel ini merujuk pada penggemar fanatik Starfield. 

Ashley Poston memindahkan ruang dan waktu kisah klasik itu menjadi kisah dengan ruang dan waktu kekinian yang melibatkan dunia para penggemar serial fiksi ilmiah, elemen-elemen yang sangat bisa terjadi di dunia nyata kontemporer. Memasuki kehidupan Elle, aku seperti bernostalgia tentang masa laluku sebagai penggemar fanatik (bukan penggemar serial fiksi ilmiah, melainkan penggemar boyband Korea Super Junior). Jadi, aku sangat memahami koneksi yang dirasakan Elle dengan para tokoh dalam serial itu, meski mereka tidak nyata.
Tentu saja “Starfield” tidak nyata. […] Tapi, karakter-karakternya—Carmindor, Putri Amara, Euci, atau bahkan Nox King—mereka adalah teman-temanku ketika semua orang di dunia nyata menyebar rumor di balik punggungku, memanggilku aneh…
(Elle, hlm. 355)
Aku mengapresiasi bagaimana Ashley tidak merasa perlu membuat sang ibu tiri—Catherine—sangat kejam, meskipun, malah, Chloe-lah yang sangat menyebalkan. Juga bagaimana ia tak merasa perlu membuat Cinderella, Elle, sangat tertindas dan cuma bisa pasrah menantikan keajaiban. Kebalikannya, Elle sangat teguh (mengenai Starfield, tentunya), kritis, dan pemberontak sekaligus pihak yang tertindas. Seperti yang ia katakan, “Aku adalah penjahat di ceritaku, dan juga pahlawannya.” (hlm. 290)

Lewat kisah dari sudut pandang Elle, aku memahami bahwa ia adalah penjahat terhadap dirinya sendiri, karena di beberapa kasus ia membiarkan dirinya “ditindas” oleh Catherine dan Chloe dan ketidakmampuannya untuk melepaskan ayahnya (bukannya aku menyalahkan sikap tersebut, karena itu wajar; ia ingin terus menghidupkan ayahnya lewat Starfield; lewat mok kesayangannya….). Ia pun pahlawan terhadap dirinya sendiri, karena ia berani tegas dan berani beraksi. Akhirnya ia sadar, meskipun sudah meninggal, orang tuanya tetap hidup di dalam dirinya.

Lewat sudut pandang Darien, aku sekali lagi dipaparkan pada kehidupan selebriti yang tidak secerah wajahnya yang sering terpaksa tersenyum demi menjaga imej dan mematuhi skenario. Baik Elle maupun Darien tumbuh besar mencintai Starfield dan sama-sama menggemari serial itu bersama ayah mereka. Namun, Elle telah benar-benar ditinggalkan ayahnya, sedangkan Darien… Meskipun secara fisik ayahnya masih ada di dunia ini, itu bukan benar-benar ayahnya. Mark telah menjelmakan diri sebagai manajer, bukan ayah.

Di bagian pertama novel, Lihatlah Bintang-bintang, karakter mereka diperkenalkan pada pembaca dengan masalah-masalah yang telah mereka alami sejak sebelum novel dibuka. Di bagian kedua, Bidik, mereka memutuskan sesuatu yang besar dalam hidup mereka: Elle memutuskan ikut kontes kostum; Darien memutuskan untuk mengusahakan yang terbaik, meski ada yang suka dan ada yang tidak akan peran barunya sebagai Carmindor. Mereka berdua sama-sama harus menghadapi diri sendiri. Di bagian ketiga, Ledakkan, inilah mereka sama-sama “beraksi” di ExcelsiCon. Apakah mereka bertemu?
*
Elle menemukan seorang sahabat, sang ibu peri, Sage—karakter favoritku di novel ini, yang membuatku membayangkan karakter Nam Green di LINE webtoonSpirit Fingers” dengan rambut sama-sama hijau. Tokoh Sage ini juga mengingatkanku akan sahabat yang kutemukan semasa kuliah, orang yang mengajarkanku bahwa menjadi diri sendiri—“seaneh” apa pun kelihatannya di mata orang kebanyakan—itu sangat tidak apa-apa. 


Aku menyukai hubungan persahabatan Elle dan Sage. Yang awalnya mereka tidak pernah berbicara satu sama lain, sampai Sage menjadi pendukung nomor satu ketika Elle mengikuti kontes kostum. Sayangnya, tentu saja cerita berpusat pada Cinderella dan Sang Pangeran, kita tidak tahu kisah Sang Ibu Peri. Ia ada di semesta Geekerella hanya untuk membantu Elle menyelesaikan misinya. Yang agak aneh bagiku adalah hubungan Cal dan Sage yang tiba-tiba. Apakah ini Ashley Poston sengaja memaksakan agar hubungan asmara dua cewek itu masuk ke cerita?

Geekerella adalah kisah percintaan dewasa-muda yang merupakan reka-ulang kisah Cinderella, dengan isu-isu seputar pencarian jati diri, persahabatan, dan keluarga, dengan elemen kental dunia penggemar film fiksi-ilmiah dan unsur-unsur komedi. Merupakan pengalaman yang menyenangkan membaca buku ini!

Siapkah kalian meledakkan bintang-bintang bersama Elle? Di akhir rangkaian tur ini, Penerbit Spring akan menyediakan novel Geekerella untuk pemenang yang terpilih. Kuis ini akan diadakan di fanpage Penerbit Spring. Caranya:

1. Sukai fanpage Penerbit Spring dan ikuti juga blog ini (jika kamu merasa isi blog ini bermanfaat, hihi).
2. Ikuti akun Twitter dan Instagram Penerbit Spring, juga akun Twitter dan Instagram-ku. Bagikan informasi mengenai kuis ini via Twitter dan/atau Instagram dan mensyen/tandai akun kami dengan hestek #Geekerella.
3. Kumpulkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tiap host (tautan alamat blog tiap host tercantum di spanduk di bawah).
4. Di akhir tur ini, semua jawaban kalian menjadi senjata untuk mengikuti kuis di fanpage Penerbit Spring.
5. Kuis ini hanya berlaku bagi teman-teman yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
6. Pengumuman pemenang akan dilakukan di fanpage Penerbit Spring setelah kuis berakhir.

Berikut ini adalah pertanyaan dariku.
Ketika menemukan kostum cosplay milik ayah dan ibunya di loteng, Elle menyadari bahwa kostum itulah satu-satunya barang peninggalan berharga dari mereka. Saat itu, ia langsung tahu apa yang harus ia lakukan. Ia akan mengikuti kontes cosplay dengan mengenakan kostum itu. Di konvensi sci-fi apakah Elle akan "meledakkan bintang-bintang"?
Semoga beruntung! Mampirlah juga ke blog lainnya, ya!


Identitas buku
Judul: Geekerella
Penulis: Ashley Poston
Penerjemah: Lisa Mahardika
Penyunting: RoséMia
Penyelaras aksara: Selsa Chintya
Desain sampul: Aulia Rahmani
Penata sampul: @teguhra
Penerbit: Penerbit Spring
Cetakan: I, Februari 2018
Tebal: 392 halaman
ISBN: 978-602-6682-16-1
Harga: Rp 99.000,00
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Your comment is so valuable for this blog ^^

bloggerwidgets