18 February 2015

[OPINI BARENG 2015] Karakter Perempuan Kuat yang Memikat Hati


Siapa yang suka tokoh perempuan utama yang cengeng dan lemah? Saya kira, kebanyakan pembaca perempuan pasti lebih terpikat pada karakter sebaliknya—perempuan kuat. Atau, sebagian pembaca perempuan lainnya suka terhadap tokoh perempuan yang menyerupai kepribadiannya. Karena saya merasa bahwa kepribadian saya cukup mewakili tokoh perempuan kuat (hihihi), maka saya juga mudah terpikat oleh tokoh utama semacam itu. Namun, kriteria kuat itu dapat direpresentasikan oleh sifat yang bagaimana?


Pertama, tentu saja karakter kuat dapat ditunjukkan melalui arti harfiahnya secara fisik. Tokoh seperti itu pastilah bukan perempuan yang manja dan cengeng, tapi penuh keberanian. Selain kuat fisik, ia juga memiliki pendirian yang kuat alias teguh.

Nina
dalam Seruak karya Vinca Callista

Tokoh Nina adalah perempuan yang menyukai olahraga. Pagi-pagi, di saat teman-teman KKN-nya masih molor, ia sudah mulai latihan bela diri dan lempar pisau. Panjat tebing bukan perkara sulit baginya. Nah, orang yang suka panjat tebing pastilah bukan orang yang penakut, kan? Di balik penampilannya yang seksi (selalu memakai hot pants dan tank top ke mana-mana), dia menyimpan keteguhan prinsip, terutama pandangannya tentang cara berpakaian. Menurutnya, cara berpakaian itu selera dan hak tiap orang, jadi yang mungkin dianggap tidak sopan oleh orang lain, itu bisa saja dianggap nyaman oleh orang tertentu. Ia tidak peduli dengan bisik-bisik orang sekitarnya yang gerah karena penampilannya itu. Selain itu, ia juga gadis yang berani menyampaikan pendapatnya secara blak-blakan. Tanpa ragu, ia membantah pendapat atau cara pemikiran seseorang yang salah, padahal mungkin orang lain akan lebih memilih diam untuk menjaga perasaan orang tersebut.

Mel
dalam The Host karya Stephanie Meyer

Kalau Mel bukan gadis kuat, jiwanya tak akan sanggup bertahan di dalam tubuhnya yang telah dikuasai oleh jiwa sang Wanderer. Sebelum tubuhnya dibajak pun, ia adalah sosok yang berani meninggalkan tempat perlindungan untuk mencari makanan bagi adiknya. Setelah berbagi tubuh dengan Wanda pun ia tetap meninggalkan jejak-jejak keberanian. Ketika adik Mel membutuhkan obat bagi lukanya yang telah terinfeksi, ia menawarkan diri untuk mengambil obat dari tempat yang penuh alien dan berbagai risiko.

Tris
dalam trilogi Divergent karya Veronica Roth

Keberanian peserta inisiasi Dauntless pindahan dari Abnegation yang menjadi pelompat pertama tentunya tak diragukan lagi. Bahkan Four sampai heran akan keberanian Tris. Setelah menjalani inisiasi, fisik Tris juga makin kuat. Apalagi keberanian itu didampingi dengan pendirian tak tergoyahkan, di mana ia selalu memegang teguh prinsip keberaniannya sendiri yang istimewa: keberanian pakai otak dan hati. Bukan cuma keberanian fisik seperti yang dilakukan kebanyakan orang Dauntless.

Sumber foto di sini, diedit oleh saya.

Katniss
dalam trilogi The Hunger Games karya Suzanne Collins

Mungkin ketika membaca judul tulisan saya ini, beberapa dari pembaca langsung terbayang tokoh Katniss Everdeen dari Distrik 12. Iya, nggak?

Sumber di sini.



Bukan tanpa alasan ketika saya memasukkan kriteria ini sebagai kriteria nomor satu setengah. Biasanya, menurut pengalaman membaca saya, tokoh yang kuat fisik, pendirian, dan berani, biasanya memiliki kecerdasan, terutama untuk mempertahankan pendirian dan mendukung kekuatan fisiknya. Namun, orang cerdas tidak selalu menonjol di kriteria nomor satu. Oleh karena itu, beberapa tokoh yang saya sebutkan berikut ini ada yang juga kuat di kriteria nomor satu, tapi ada juga yang tidak.

Anna
dalam Dunia Anna karya Jostein Gaarder

Remaja 16 tahun yang gelisah akan isu pemanasan global dan krisis energi pastilah sosok remaja yang cerdas, bukan? Apalagi bersama Jonas, ia berusaha mencari solusi untuk menyelamatkan fauna yang mulai punah. (Yah, meski sebenarnya Jonas-lah yang mencetuskan ide itu, tapi tanpa Anna yang memulai, maka itu tak akan terjadi.)

Katie
dalam Safe Haven karya Nicholas Sparks

Tokoh Katie alias Erin dalam novel ini adalah korban kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suaminya. Karena kecerdasannya, maka ia tak hanya pasrah dan menangis terpuruk dalam rumah. Dengan cukup rapi, ia merencanakan pelarian diri dari rumah. Ia berhasil lari ke kota yang cukup jauh dari rumahnya, memalsukan identitasnya, dan melemparkan trik-trik pada suaminya (yang adalah detektif, jadi tidak gampang dibodohi).

Amy Dunne
dalam Gone Girl karya Gillian Flynn

Sebenarnya saya juga sempat mengagumi kecerdasan Amy dalam memalsukan kematian dan tindakan pembunuhan akan dirinya sendiri. Tapi, makin mengenal tokoh Amy, kekaguman itu tersalut oleh rasa muak, tertelan hingga hilang sepenuhnya. Ia memang wanita cerdas, tapi ia menggunakannya untuk menimpakan tuduhan kepada orang yang tidak bersalah. Malah, ia juga sampai membunuh orang lain berkat kecerdasannya. Trik pemerkosaan yang dipakainya (bukan hanya sekali, di masa lalu ia juga pernah melakukan trik serupa terhadap laki-laki lain) itu yang paling bikin saya ingin muntah saking enek.

Letnan Eve Dallas
dalam serial In Death karya J.D. Robb

Sebagai seorang detektif, untuk memecahkan kasus-kasusnya (yang biasanya pembunuhan sadis) Letnan Eve memiliki kecerdasan yang dipadu dengan keberanian dan kekuatan fisik.

A
dalam Pengakuan Eks Parasit Lajang karya Ayu Utami

Tokoh A lebih menonjol dalam kekuatan pendirian dan prinsip hidupnya. Bagi sebagian besar orang, bagi saya sendiri juga, cara berpikir A menganut paham feminisme terlalu ekstrem. Tapi, itulah yang saya kagumi karena keekstremannya diimbangi dengan kecerdasan dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Cara berpikirnya mampu membuka beberapa pintu sudut ruang otak saya yang sebelumnya masih tertutup. Kekuatan apakah yang dapat mengalahkan kekuatan tokoh yang pemikirannya dapat memengaruhi pembacanya?


Dua tokoh berikut ini memiliki beberapa kemiripan. Elektra dan Qiana adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Selama hidupnya, mereka selalu tersembunyi di balik bayang-bayang superior sang kakak perempuan. Kehidupan mereka jauh dari ideal; mungkin bukan jenis kehidupan yang dicita-citakan orang normal. Mereka ini adalah jenis tokoh yang sangat manusiawi.

Elektra
dalam Supernova: Petir karya Dee

Setelah papinya meninggal dan kakaknya menikah, Elektra tinggal sendiri di rumah peninggalan sang ayah. Sudah lulus kuliah, tapi masih pengangguran, Elektra bukannya tidak merasa was-was. Ia sangat merasakannya, apalagi ketika tidak punya apa-apa untuk membeli makan. Tapi, perasaan itu terkubur di balik kemalasannya yang tingginya mencapai ujung menara Dubai. Namun, ketika akhirnya ia menemukan tujuan hidupnya dan mulai berjuang, ia menjadi sosok yang berbeda. Kesuksesan berada di tangannya.

Qiana
dalam Kopiss karya Miko Santoso

Qiana juga serupa dengan Elektra. Kegagalan dalam masalah cinta, masalah bisnis, sempat mengerem langkahnya. Tapi, berkat kekuatan yang diberikan kedua sahabatnya, ia bangkit lagi dan lagi, hingga akhirnya kedai kopinya dikenal orang.



Kriteria ini saya beri nomor dua setengah karena sangat berkaitan dengan kriteria nomor dua. Orang yang sial terus tapi selalu bangkit lagi adalah orang yang tak lelah berusaha.

Fay
dalam serial Eiffel, Tolong! karya Clio Freya

Fay adalah tokoh perempuan yang biasa-biasa saja. Penampilan fisik biasa. Tingkat kecerdasan juga biasa, malah bisa dibilang pas-pasan. Tapi, karena kegigihannya, ia berhasil melewati berbagai latihan dan ujian fisik yang harus ia alami, terlebih setelah ia menjadi  anggota keluarga McGallaghan.


Elektra
dalam Supernova: Petir karya Dee

Selain sial terus, Elektra juga sangat humoris dan suka ngawur dalam bicara. Ingat, ia pernah menipu kakaknya sampai benar-benar gelagapan, hanya dengan sepotong ayat yang sebenarnya tidak ada di Alkitab. Dalam novel ini Dee menggunakan sudut pandang orang pertama Elektra, sehingga sifat humorisnya terlihat jelas melalui narasi dan tingkah lakunya.

***

Demikianlah beberapa kategori kepribadian tokoh utama perempuan yang bikin saya kagum dan betah baca lama-lama bukunya. Bagaimana dengan karakter favoritmu?
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Your comment is so valuable for this blog ^^

bloggerwidgets