7 December 2015

[Resensi WONDERWORKS PRODIGY] Delapan Anak Istimewa Avalon

Judul: Wonderworks Prodigy
Penulis: Ginger Elyse Shelley
Editor: Diara Oso
Penerbit: PING!!!
Cetakan: I, 2015
Tebal: 216 halaman
ISBN: 978-602-0806-47-1
Harga: Rp 38.000,00
Rating saya: 3/5


"Kejadian supernatural bukannya terjadi karena kau sudah sadar kau punya potensi sihir, potensi sihir yang memancing kejadian supernatural." (Adelfo, hal. 107)

Tiap empat tahun sekali, Yayasan Reign of Avalon memanggil beberapa anak istimewa dari seluruh penjuru dunia untuk belajar sihir selama empat bulan di dimensi paralel Glastonburry Abbey. Anak-anak istimewa itu adalah yang mereka yang memiliki potensi sihir dan "dijemput" oleh Glodscend, bola berisi cahaya biru. Tahun ini, delapan anak dipanggil ke Avalon, terdiri dari lima cewek, Cael, Alexis, Lori, Mariska, dan Brielle, dan tiga cowok, Gabriel, Robin, dan Altan. Kedelapan anak ini digadang-gadang oleh guru Avalon bahwa mereka sangat istimewa dan semuanya memiliki kekuatan sihir yang hebat. Cael dan Alexis yang cemerlang, Lori yang cerewet, Brielle yang memukau, Altan yang rendah diri dan cengeng, Gabriel yang ganteng, dan Robin yang jenius dan misterius. Yang lebih aneh, Robin datang ke Avalon tanpa Glodscend, dan sepertinya ia sudah pernah belajar sihir sebelumnya.

"Tapi Robin Locket menguasai sihir-sihir yang disuguhkan padanya dengan sangat cepat. Sangat cepat, melebihi normal. Seperti seolah-seolah... dia sudah sering melakukan sihir." (Mrs. Wiesner, hal. 71)

Xiao Mei, Hani, Kyle, dan Axel, alumni periode sebelumnya, kali ini datang ke Avalon sebagai mentor. Sementara itu, Abbey, teman seangkatan mereka, telah diangkat menjadi guru. Kali ini, para mentor mendapat hewan pendamping atau pyewacket alias familiar, masing-masing, begitu juga para anak baru yang nantinya akan diberi telur hewan pendamping. Hani, yang awalnya mengira bahwa kedua anak mentornya, Altan dan Robin, sangat menyedihkan, belakangan tercengang karena kemampuan mereka berdua sangat melebihi ekspektasi. Terlebih kejutan yang dibawa Robin, bersama mimpi-mimpi buruknya, yang menyeret Hani serta. Untunglah, tempat penukaran hadiah milik Sun Hi, salah satu teman seangkatan Hani, memberikan hal yang sangat diperlukan Robin untuk menghadapi mimpinya, ramuan Tidur-Mata-Terbuka.

Pelajaran sihir berlangsung makin seru, terlebih setelah masing-masing anak mendapat telur pyewacket dan menantikan mereka menetas. Juga, duel sihir di pelajaran Sihir Penyerangan dan Seni Pertempuran yang diampu Regulus. Robin juga sudah bisa tidur dengan nyenyak, berkat penyaring mimpi yang diberikan Mariska. Namun, siapa sangka, ternyata ada seseorang yang merusak penyaring mimpi itu, sehingga monster-monster mengerikan dalam mimpi buruk Robin keluar dan menyerang Avalon. Itu baru serangan awal. Seseorang dari masa lalu, yang selama ini ada dipenjara di bawah kaki penghuni Avalon, ternyata telah merencanakan penyerangan tersebut untuk membalas dendam.

***

Ada banyak tokoh di dalam novel ini, dan nyaris semua memiliki porsi yang cukup penting dalam cerita. Namun, Robin Locket dan Hani Kalista barangkali yang memegang porsi terbesar. Robert, karena dialah anak yang paling istimewa di antara anak-anak istimewa itu, dan apa keistimewaannya, masih menjadi misteri di awal. Konflik utama novel ini adalah pertempuran akibat balas dendam Antares, yang dipenjara di Avalon, yang merencanakan aksi tersebut dengan bantuan adiknya. Adiknya ini adalah salah satu dari kedelapan murid Avalon tahun itu. Hayo, tebak siapa... Hehehe.

Hani memegang porsi besar dalam cerita karena ia mentor Robin, dan yang pertama kali mengetahui dan menjelajahi mimpi-mimpi buruknya. Hani diceritakan berasal dari Indonesia. Ia gadis menyenangkan, yang paling "nggak niat" dan pemalas di antara para cewek lain seangkatannya. Empat tahun lalu, saat menjalani pendidikan sihir di Avalon, Hani lebih sering tidur ketimbang belajar sihir. Ia juga cuek, karena bahkan tidak tahu bahwa mereka boleh keluar Avalon. Bandingkan dengan Xiao Mei yang rajin belajar dan tahu banyak hal.

"Teleportasi antardimensi? Pasti kau sama sekali nggak belajar apa-apa lagi ya, setelah lulus dari Avalon?" (Xiao Mei)
"Hello, aku 19 tahun dan harus fokus ujian." (Hani)
"Excuse! Aku udah 21 tahun dan aku sudah menjelajah keluar Avalon dan masuk universitas! Sementara kau bahkan nggak tahu kita boleh keluar Avalon!" (Xiao Mei)
(hal. 9)

Sebenarnya di bagian awal novel, saya agak bingung. Yang saya tangkap dari percakapan (percekcokan) Xiao Mei - Hani di atas adalah setelah mereka lulus dari Avalon, mereka tetap tinggal di sana sampai siklus berikutnya, di mana mereka jadi mentor. Yang lain sudah pernah keluar Avalon, sedangkan Hani sama sekali nggak tahu kalau mereka boleh keluar. LOL. Padahal awalnya saya kira setelah lulus mereka kembali ke dimensi muggle?!

Meski begitu, Hani sangat istimewa karena "keberuntungan" yang ia miliki. Jika ia menginginkan sesuatu, maka bisa-bisa sesuatu itu benar-benar terjadi. Bahkan, di siklus sebelumnya, keinginan Hanilah yang menyebabkan bencana di Avalon. Oleh karena itu, ia belajar mengendalikan keinginannya. Dan ternyata, Hani berperan dalam bencana yang terjadi di tahun ini.

Selain para mentor, yang sudah saya sebut di atas, tokoh-tokoh penting lain adalah para guru, yang terdiri dari Abbey, Regulus, Mr. Moretti, Mrs. Wiesner, Mr. Magnus, Miss Lynch, Mr. Betelgeuse, Mr. Shaula, Mr. Flay. Di bagian sepertiga alur hingga akhir, muncul tokoh Adelfo English, dari Departemen Pertahanan. Ia cukup berperan dalam penyelesaian konflik. Kemudian, muncul juga sebentar Zoe, Ethan, dan Raksha. Ketiganya teman seangkatan Hani. Peran Raksha barangkali yang paling penting di antara ketiganya, karena ia memberikan Cairan Perasaan untuk memberi Robin perlindungan.

"Semua orang selalu lebih istimewa daripada yang dia kira." (Kyle, hal. 206)
***

Wonderworks Prodigy bisa dibeli di Bukupedia (langsung klik!).

Elemen-elemen Sihir yang Menarik

1. Glodscend, tiap Glodscend memiliki arti unik.
2. Cara membuat tongkat dengan menggunakan 2 mantra berikut:
a. Volubis Muto! (untuk mengekstrak material pembuat tongkat dari Glodscend)
b. Inflecto! (untuk mengubah material tersebut menjadi tongkat)
Saya paling suka bagian ketika Mrs. Wiesner menjelaskan kekuatan tiap tongkat berdasarkan elemen penyusunnya.
3. All-You-May-Need-nya Sun Hi. Kalau saya jadi salah satu murid Avalon, saya pasti selalu penasaran akan dapat hadiah apa kali ini, jika menukarkan poin di sana.
4. Cairan Perasaan
5. Ramuan Tidur-Mata-Terbuka
6. Pyewacket atau Familiar (saya masih agak bingung, apakah pyewacket dan familiar memiliki arti yang sama atau tidak), yang seperti Patronus di Harry Potter, atau Anima di webtoon Flow. 
7. Nama-nama yang diberikan pada saat lulus Avalon berasal dari nama-nama bintang, seperti nama-nama tokoh di Harry Potter. Kalau di Harpot ada Regulus dan Sirius, misalnya. Di novel ini, ada Regulus Capella, Betelgeuse, Alpha Centauri (nama penyihir Adelfo).

8. Mantra-mantra, tentu saja, yang sayangnya hanya sedikit yang dilafalkan. Lainnya hanya diceritakan sekilas. Seperti ketika penulis menceritakan duel Kyle dan Axel dalam pelajaran simulasi duel sihir Regulus.
"Kyle memulai serangan dengan sihir-sihir dasar..." Apa saja sihir-sihir dasar itu? Nggak tahu, yang jelas ia membuat "Axel terjengkang ke belakang, kemudian Axel membaca mantra pelontar. Axel berdiri, kemudian memulai dengan serentetan mantra penyerang. Kyle dengan gesit menghindar dan memungut tongkatnya, merapal mantra pelindung."

Seperti apa, sih, mantra pelontar? Mantra penyerang? Mantra pelindung? Stupefy? Petrificus totalus? Expelliarmus? Ehehehe, maaf, kalau bicara tentang dunia penyihir, apalagi yang mengikuti sistem sekolah sihir, alam bawah sadar saya selalu membandingkannya dengan Harry Potter. Tapi saya memahami, ruang ekspresi penulis memang terbatas oleh jumlah halaman yang tipis, sementara banyak hal menarik yang semestinya bisa dieksplorasi.

9. Perkampungan kumuh para penyihir di luar Avalon, yang digambarkan di halaman 175. Saya penasaran, mengapa para penyihir di luar Avalon digambarkan sangat kumuh? Apakah penulis sedang memberlakukan semacam sistem kasta--penyihir yang tidak bekerja di departemen atau di Avalon, adalah penyihir kumuh?

Saya Butuh Prekuel


Membaca novel ini, saya mengira seharusnya ada novel prekuelnya, yang menceritakan kisah empat tahun lalu. Dari penjelasan Xiao Mei dan teman-teman pada anak-anak baru, saya mengetahui bahwa empat tahun lalu ujian akhir ditiadakan karena terjadi kegemparan di Avalon, yang diakhiri dengan dipenjaranya Antares. Hal ini rupanya berimbas pada novel ini, sehingga sangat menolong pembaca yang sangat penasaran, jika dibuat prekuelnya. Soalnya, nggak cukup cuma mendengar dari cerita Xiao Mei dkk.; jadi kurang seru karena cuma diceritakan, nggak ditunjukin.

Alurnya berjalan dengan cepat dan padat. Ada twist yang terduga di bagian menjelang akhir cerita, ketika Altan berhasil mengusir monster-monster dari mimpi Robin. Meski terduga, tapi tetap seru. Pertempuran melawan para monster di bagian akhir terasa hanya seperti kilasan lampu-lampu kamera yang berkedipan terang dan cepat hingga bikin pusing.

Inkonsistensi dan Kekhilafan Penulis


Di halaman 11, Hani mengatakan, "Ada lima anak perempuan tahun ini. Ada berapa anak lelakinya?". Kyle menjawab Hani, "Empat." Padahal beberapa saat kemudian Mrs. Wiesner mengatakan bahwa ada delapan anak baru, yang belakangan kita tahu terdiri dari 5 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Setelah itu, tak ada apa pun yang mengindikasikan bahwa Kyle salah nyebut atau emang nggak tahu dan mengira ada 9 anak baru, jadi saya berasumsi bahwa sang penulis salah nulis.

Seperti dalam novel penulis sebelumnya yang saya baca, Comedy Apparition, di novel ini penulis juga selalu memaknai salah kata "acuh", "bergeming", dan "hirau".

Hubungan Menarik antara Miss Lynch dan Altan


Saya menyukai tokoh Miss Lynch, guru sihir hitam yang sangat cantik, dan ditakuti semua anak.
"Dia mengeluarkan aura hitam setiap dia berjalan. Dan cantiknya itu... dia terlalu cantik sampai rasanya itu cuma ilusi jahat." (hal. 111)
Entah beruntung atau terkutuk, Altan mendapat mentor transformasi Miss Lynch. Tapi ternyata, di balik semua kesan mengerikan itu, Miss Lynch sangat perhatian pada Altan. Miss Lynch menunjukkan pada Altan bahwa familiar berwujud anak ayamnya itu ternyata parandrus, binatang pentransformasi, yang memiliki wujud asli jackalope (kelinci bertanduk rusa), dan bernama Lapendrengr. Sebelumnya, Altan selalu rendah diri karena kemampuan sihirnya paling rendah di antara teman-temannya.

Sebelumnya, Lapendrengr tidak menunjukkan wujud aslinya yang keren itu, tapi malah menyamar sebagai anak ayam yang terlihat sangat lemah dan menyedihkan, dibandingkan pyewacket milik teman-teman Altan, karena:
"Karena kau berpikir kau sekecil dan selemah anak ayam, Tuan." (Lapendrengr, hal. 113)
"Lihat Altan? Kau tidak pernah tahu betapa istimewanya dirimu. Kau selalu merasa dirimu terlalu rendah. Aku tidak mnyukainya. Kau bahkan lebih istimewa daripada beberapa orang di sini, tapi kau tidak bisa melihatnya karena kau terlalu sering merendahkan dirimu." (Miss Lynch, hal. 113)

Semangat Altan bangkit setelah mendengar nasihat Miss Lynch tersebut. Setelah itu, ia bukan anak yang rendah diri lagi, dan ia berhasil mengusir monster-monster dari dunia mimpi Robin. Jangan remehkan anak kecil yang awalnya terlihat paling nggak bisa apa-apa kayak Altan, karena bisa saja, ternyata ia menyimpan kekuatan besar yang terpendam oleh rasa rendah diri. Akhirnya, Mr. Magnus pun mengapresiasi keberanian Altan.

"Aku sangat bangga kau telah berhasil mengalahkan ketakutanmu. Orang-orang yang bisa mengalahkan ketakutannya adalah orang-orang paling berani di dunia, tidak peduli bagaimanapun tanggapannya terhadap dirinya sendiri." (Mr. Magnus, hal. 194-95)
Reaksi:

17 comments:

  1. Kok saya malah fokus sama gambar permennya ya? *plak
    eh, salah satu tokohnya orang Indonesia? huaa jadi penasaran,

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi, iya lolipopnya sengaja buat pengalihan isu, Fatiah :p
      wah kalo penasaran, ayo beli novelnya :D

      Delete
  2. cerita ttg penyihir yg pernah aku baca itu Harry Potter, jadi dalam pikiran asumsinya novel ini seperti HP.
    Tapi kalau ditilik lagi ada banyak perbedaan dan kisah yg seru.
    Dan yg menarik itu kisah Altan.
    Penasaran dan pengen bgt baca novelnya langsung niy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. HP memang sudah jadi semacam acuan penilaian genre fantasi penyihir, ya Alia. Saya juga sering otomatis membandingkan dg HP kalo lg baca genre itu. Semoga berjodoh dengan Avalon ;)

      Delete
  3. Cukup memikat dan sedikit memicu bangkitnya adrenalin. Sejak kecil Saya selalu betah berimaji dengan hal-hal magis dan fantasi. Tapi sayangnya tidak cukup beruntung untuk menikmati kisah-kisah fantasi ya salah satunya karena tempat tinggal jauh dari kota. Semoga saja berkesempatan mencicipi kisah magis milik Kak Zee ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, memangnya Diddy tinggal di mana sih? Semoga berjodoh dengan Wonderworks Prodigy! :D

      Delete
  4. Waaah! Penasaran banget nih sama cerita ini, suka dengan tema penyihir dan mimpi.
    Sekarang, aku mulai melirik novel fantasi lokal.
    Meskipun nantinya jadi membanding-bandingkan dengan novel terjemahan yang bertema serupa, tapi ya oke saja selama aku bisa menikmati cerita tersebut.

    Hmm, kalau yang ini ada unsur komedinya juga ga ya?
    Kemarin baru aja baca Jampi-Jampi Varaiya karya Clara Ng, temanya fantasy-romance-comedy dan aku ngakak kegirangan.
    Wkwkwkwk, semoga aku berjodoh dengan buku ini ya, tertarik untuk mencari tau tentang konsep sekolah sihir dan sihir itu sendiri.

    Terima kasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, saya blm baca novel Clara Ng yg itu! Semoga kamu makin suka fantasi lokal setelah baca novel ini, ya :D Hmm, unsur komedi nggak ada seingatku, kalau ada pun hanya sebatas bumbu dikit. Hehe

      Delete
  5. Prekuelnya udah ada, judulnya wonderworks juga, seri fantasteen dari dar! Mizan, udah lama banget sih itu keluarnya, you should read that coz all you want to know are inside the book, Robin Johanes Locket juga sebenarnya tokoh di lucid dream (fantasteen), punya kakak namanya christopher johanes locket (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, I see! Thanks for your information, saya akan mencarinya *semoga masih ada* :D

      Delete
  6. Wah ... Nama-nama unik di setiap mantra sihirnya jadi pengin nyobaaa #eh. Heheheee Aku juga jadi penasaran sama toko Sun Hi. Kalau ada di dunia nyata beneran pasti asyikk dehhh. Nggak bakalan repot harus pergi jauh-jauh demi suatu barang. Aku tertarik sama tokoh Hani. Dia cocok deh kalau jadi peramal di masa depan. Segala hal yang dia inginkan bahkan sampai bencana pun dapat terjadi hanya karena dia menginginkannya. Menakutkan sekaligus nyentrik menurutku. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aha, same with me, saya juga pengin ada toko Sun Hi di dunia nyata, siapa tahu jodoh saya bisa keluar dari sana haha

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Auuh... Mantranya itu lhoo yang buat penasaran.
    Kalau dengar novel fantasi, otak saya cuman bisa mindai data Harpot aja.
    Haha..
    Syukurnya nggak keseluruhan isinya barat semua. Apa Indonesia nggak dijadiin setting tmptx y?
    Brhrap aja sih. Soalnya sayang bnget klau memang penulis novel fantasi kece Indonesia
    tpi ksluruhannya isinya barat semua.
    Meskipun bgitu, sy penasaran sama ceritanya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang setting-nya tdk di Indonesia, Wazi :)
      Tapi ada satu tokoh yg orang Indonesia, sih hehe. Mungkin nanti Ziggy pengin nulis yg ber-setting Indonesia.

      Delete
  9. dari pertama baca review di atas sampai akhir, ntah kenapa yg aku tangkapin malah Miss Lynch nya.. heheheh
    Penasaran dgn sosok nyatanya. Kalau kira2 novel ini di filmkan siapa yaa yg cocok dgn perannya Miss Lynch?? :D

    "Dia mengeluarkan aura hitam setiap dia berjalan. Dan cantiknya itu... dia terlalu cantik sampai rasanya itu cuma ilusi jahat." (hal. 111)

    Nggak terbayang sama sekali dgn sosoknya seperti apa...
    hhahhaha
    Sangking cantiknya malah miss lynch dianggap ilusi jahat.. *Kasian Miss Lynch..

    Oya btw.. Cara penulisan review nya keren banget nggak bertele2... rasanya kayak baca sekilas novelnya juga.. cara penyampaiannya, penulisannya luar biasa..
    sepertinya harus berguru dan belajar banyak ini dgn kk frida cara menulis review novel.. heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Pida, atas apresiasimu :D
      Iya, karakter Miss Lynch cukup bertolak belakang, lho, di balik penampilan seramnya itu ternyata dia baik.

      Delete

Your comment is so valuable for this blog ^^

bloggerwidgets