Judul: Tiger on My Bed (#VIMANASINGLES book 1)
Penulis: Christian Simamora
Editor: Dini Saraswati
Penerbit: Twigora
Cetakan/Bulan-Tahun Terbit: I, Desember 2015
Tebal: 408 halaman
Genre: Contemporary Romance
Kategori: Novel Dewasa
ISBN: 978-602-70362-3-9
Harga: Rp 88.800,00
Rating saya: 3/5
SEBELUM BENAR-BENAR PATAH HATI, KAU TAK AKAN PERNAH MENYADARI SEPERTI APA KAU INGIN DICINTAI.
_______________
BLURB
“UNTUK
MENARIK PERHATIAN LAWAN JENISNYA,
HARIMAU
BETINA BISA MERAUNG SAMPAI 69 KALI SELAMA 15 MENIT.”
Jai harus mengakui, Talita Koum Vimana membuatnya sangat penasaran. Dia
duduk di pangkuan Jai, membuai dengan suara tawanya, dan bahkan tanpa ragu
mengkritik kemampuannya merayu lawan jenis. Hebatnya lagi, semuanya terjadi
bahkan sebelum Jai resmi berkenalan dengan Tal.
“SELAYAKNYA TARIAN,
HARIMAU JANTAN DAN BETINA
MELAKUKAN KONTAK FISIK SATU SAMA LAIN, DISERTAI SUARA RAUNGAN DAN GERAMAN.”
Jujur saja, alasan utama Tal mendekati Jai justru karena dia sama
sekali bukan tipe idealnya. Dia dipilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out.
Jenis yang bisa dengan gampang ditinggalkan tanpa harus merasa
bersalah.
“TAHUKAH KAMU, SETELAH PROSES
KAWIN SELESAI,
HARIMAU JANTAN SELALU
MENINGGALKAN BETINANYA?”
Tiger arrangement, begitu keduanya menyebut hubungan mereka.
Dan ketika salah satu pihak terpikir untuk berhenti, pihak lain tak
boleh merasa keberatan.
Jai dan Tal menikmati sekali hubungan kasual ini. Tak ada tanggung
jawab, tak ada penyesalan... sampai salah satu dari mereka jatuh cinta.
Selamat jatuh cinta,
CHRISTIAN SIMAMORA
_______________
SEBULAN tak cukup bagi Talita Koum Vimana untuk bisa move on sepenuhnya dari Rizal, mantan tunangannya, yang berselingkuh dengan Stella--si wedding organizer mereka sendiri. Tiga minggu Tal habiskan untuk mengurung diri di dalam rumah, melakukan apa saja, termasuk menulis banyak puisi bertemakan patah hati (hal yang tak akan pernah Tal lakukan dalam kondisi normal). Di minggu keempat, akhirnya ia baru kembali ke rutinitas pekerjaannya sebagai jewelry appraiser di appraisal miliknya sendiri, Appraise Appraise. Rutinitas pekerjaan saja tak cukup mengalihkan perhatiannya dari kenangan akan Rizal. Hingga tibalah undangan pesta peluncuran sebuah merek make-up, di mana Tal bertemu dengan kedua sahabatnya, Fika dan Yana.
MALAM itu, Fika menyarankannya untuk mencari seorang rebound. Bersama Yana, mereka berdua pada akhirnya memaksa Tal untuk menyetujui pelaksanaan Operation Rebound malam itu juga. Jatuhlah pandangan Fika dan Yana pada sosok seorang cowok yang menurut Fika pantas dilabeli HAF (Hot as Fuck). Sial bagi Tal, ia keduluan seorang cewek untuk mendekati pria itu. Tapi bukan sahabat sejati namanya kalau membiarkan Tal menyerah begitu saja. Fika dan Yana menyuruhnya tetap lanjut, yang berarti ia harus menyingkirkan cewek itu. Tal mendadak kerasukan roh cewek agresif, dan berhasil menyingkirkan cewek itu, plus berciuman dengan si cowok bahkan sebelum mereka berkenalan.
JAI Birksted, si cowok target rebound Tal itu langsung punya firasat bahwa dia dan Tal akan memiliki hubungan lebih daripada sekadar pertemuan tak disengaja di sebuah pesta. Namun, setelah mendengar kejujuran Tal, bahwa cewek itu hanya membutuhkan rebound dan menawarinya sebuah tiger arrangement, ia ragu.
"The one night stand kind. Fucking each other's brains out, no strings attached. You know, kayak harimau." (Tal, hlm. 103)
DULU, Jai pernah punya pengalaman getir tentang hubungan tanpa komitmen dengan seorang cewek bernama Hana. Dulu, ia sangat terluka karena jatuh cinta pada Hana, sedangkan cewek itu malah sudah memiliki kekasih tanpa sepengetahuannya. Kalau sekarang ia menerima tawaran Tal, ia takut hal menyakitkan itu akan terulang. Dengan tiger arrangement, jika salah satu ingin berhenti, maka yang lain tak boleh keberatan. Namun, yang paling menakutkan adalah: bagaimana jika salah satunya jatuh cinta? Awalnya, Jai menolak. Tapi, Tal terlalu indah untuk ditolak....
"Tapi, risiko menjadi seorang rebound
adalah siap untuk disakiti oleh perpisahan... Sepadankah rasa sakit
kelak dengan yang gue dapat selama bersamanya nanti?" (hlm. 138)
ANGGOTA keluarga Vimana pernah muncul di novel seri #jboyfriend, antara lain All You Can Eat dan As Seen on TV (yang keduanya belum pernah saya baca #digampok). Nah, di seri #vimanasingles ini, tokoh utamanya adalah para cewek keluarga Vimana. Tiger on My Bed, dengan tokoh utama Talita Koum Vimana, menjadi pembuka seri ini. Benang merah novel ini sesungguhnya lazim dalam ranah contemporary romance (sok banget nih, padahal belum ada sepuluh novel genre itu yang sudah saya baca), tapi dengan lihainya Bang Ino menyertakan hal-hal unik yang tak akan membuat novel ini biasa saja. Hubungan tanpa komitmen yang jadi rumit setelah salah satu pihak jatuh cinta. Terdengar biasa, kan? Tapi, berkat istilah tiger arrangement dan asal-usul ilmiah di baliknya, tema ini jadi unik.
MARI kita mengenal lebih dalam si tokoh utama terlebih dulu. Tal, dengan profesinya yang unik--yang dari novel ini, saya baru tahu bahwa profesi seperti itu ada--dan karakternya sebagai perempuan independen dan berani mengambil risiko untuk mencapai mimpinya, membuat saya jatuh hati. Jai saja, menganggap bahwa tipe perempuan seperti ini intimidatif.
"They can be so scary, Man. Alih-alih menunggu di balkon kastil, mereka justru yang punya inisiatif sendiri untuk langsung datang menghampiri pangeran mereka. Salah satu cewek tipe itu pernah bilang ke gue, 'Why wasting time on waiting for miracle? I can buy my own glass shoes, thank you very much. I know exactly how to make myself happy.'" (hlm. 105)
(Bang Ino, seperti biasa, menggunakan analogi yang sederhana tapi ngena.)
UNTUK bisa menjadi seorang jewelry appraiser yang sukses seperti saat ini, Tal harus melawan keinginan ayahnya dan berjuang sendiri dari awal, mulai dari studi ke luar negeri. Yah, meski nama besar keluarga Vimana cukup membantu usahanya terkenal, sih. Mungkin kalian penasaran, jewelry appraiser itu apa.... Well, Tal bertugas untuk "meneliti baik-baik perhiasan berharga dan menaksir nilai ekonominya". Bang Ino mengatakan bahwa riset seputar profesi Tal ini salah satu riset yang menyenangkan. Meskipun, ternyata sangat sedikit adegan yang menunjukkan Tal sedang berkutat dengan profesi antiknya itu. Kalau tidak salah, saya hanya menemukan satu adegan yang paling menggambarkan profesi Tal, yaitu di halaman 60-62 (kalau salah, mohon koreksi saya, ya, wkwk).
SEMENTARA itu, Jai dulunya adalah seorang manwhore, tapi sudah enam bulan ia puasa seks dan juga tidak menjalin hubungan dengan siapa pun. Dulu, Jai juga pernah patah hati karena ditinggal ceweknya menikah dengan orang lain (menikahnya terpaksa untuk memenuhi keinginan orang tua). Setelah itu, ia terjerumus dalam hubungan tanpa komitmen dengan Hana, yang akhirnya juga mengecewakannya. Sosok Jai sangat mampu memahami apa yang dinginkan Tal. Perlakuannya terhadap Tal sangat gentle dan manis. Nggak salah kalau Yana menyebut Jai "he is definitely made of boyfriend material". Profesi Jai juga terdengar menyenangkan untuk dicoba, lho, jika saja saya punya kreativitas menata ruangan: interior designer. Saya juga merasa karakter Jai agak kurang konsisten. Di awal, dia merasa sebagai cowok yang nggak bisa merayu (saking terlalu lama puasa cewek). Tapi dari kata-kata dan gesturnya belakangan, dia sama sekali tidak nggak bisa merayu. Yah, ini mungkin karena lama-lama Jai telah bisa menemukan kembali dirinya yang dulu.
DUA sahabat Tal, Fika dan Yana, juga menarik untuk dibahas. Fika terlibat dengan hubungan Tal--Jai di awal, tapi di pertengahan hingga akhir ia disibukkan dengan pekerjaannya sebagai seorang fashion designer, sehingga Yana-lah yang lebih intens mengetahui perkembangan hubungan Tal dan Jai. Novel contemporary romance biasanya menghadirkan sosok para sahabat tokoh utama yang blak-blakan; nggak segan mengatakan kebenaran meski pahit. Di novel ini, Fika digambarkan sebagai cewek yang bukan berasal dari keluarga old money (nggak seperti Tal dan Yana), tapi dia seorang designer yang sukses. Yang paling berkesan dari Fika adalah mulutnya yang kayak corong nan cempreng. Kata-katanya sering vulgar dan bikin ngakak. Contohnya yang paling berkesan: julukannya untuk cowok berewokan ("cowok yang jembutnya ngewer-ngewer di dagu" - hlm. 16)
SEMENTARA itu, sosok Yana jadi lebih dekat dengan pembaca dibandingkan Fika. Sebagai sahabat sejati, meski suka meledek Tal, dia nggak pernah menghakimi Tal saat hubungannya dengan Jai jadi melampaui sekadar tiger arrangement. Dialah yang mendorong Tal untuk jujur pada perasaannya sendiri.
STORYLINE dalam novel ini tidak terlalu rumit. Konflik utamanya adalah Tal tidak mau mengakui perasaannya sendiri (di bagian ini dia jadi munafik, dan agak bikin sebel, sih, karena menurut saya sikapnya itu agak mencederai image-nya sebagai sosok perempuan Vimana yang independen dan berani) sehingga Jai memilih pergi. Ada sedikit konflik minor, yaitu waktu Tal bertemu dengan Jai saat mereka sudah membawa teman kencan masing-masing. Tapi konflik minor ini tak berlangsung lama, hanya seperti sekedipan mata. Dengan cepatnya solusi tercapai seketika, ya melibatkan adegan seks itu :p .
ALURNYA bergerak maju, dengan selingan flashback yang sangat bermanfaat bagi pembaca untuk bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi hingga menimbulkan efek demikian terhadap tokoh utamanya. Bang Ino membangun perkenalan dengan tokoh utama di bagian awal, menguak masa lalunya sampai pertengahan cerita. Sebagian besar cerita dihabiskan Bang Ino untuk membangun chemistry antara Tal dan Jai, sedikit demi sedikit, tapi sangat intens. Pembaca mungkin jadi merasa bahwa novel ini hanya bertokohkan dua orang itu :p . Adegan hot-nya banyak, tapi merupakan repetisi, jadi saya agak bosan.
YANG paling menarik dari novel ini, menurut saya adalah kegemaran Tal mempelajari fakta-fakta menarik tentang binatang (hobinya ini juga yang memantik penyebutan istilah tiger arrangement). Saya juga baru tahu, lho, bahwa buaya ternyata adalah binatang yang setia, tidak seperti harimau. Ironis, ya, padahal selama ini lelaki peselingkuh sering disebut buaya. Dan, tahu tidak, ternyata kata-kata Tal ini tidak sepenuhnya benar, dan menimbulkan twist mini di akhir cerita:
"Setelah proses kawin, harimau jantan langsung meninggalkan betina. No muss, no fuss." (Tal, hlm. 104)
MENGAPA ilustrasinya bertema Cinderella? Mungkin awalnya bisa membuat pembaca mengira bahwa Bang Ino akan menggunakan kisah Cinderella sebagai premis novelnya. Namun, salah besar. Malah, dengan menghadirkan sosok Tal, Bang Ino ingin mengatakan pada Cinderella bahwa perempuan yang independen dan berani tak hanya menunggu. Setuju, Bang!!! Nah, oleh karena #vimanasingles ini akan bertokohutamakan para cewek Vimana, maka kovernya juga menggambarkan dengan baik sosok mereka. Kalau seri #jboyfriend kan kovernya penuh kotak--kotak-kotak di perut cowok seksi. Selain kover dan ilustrasi yang menarik (seperti biasa), novel ini juga memberikan bonus berupa paperdoll, lho. Saya kira karena ini sudah bukan seri #jboyfriend, maka bonusnya juga akan berbeda :( .
DALAM novel ini Bang Ino juga menyertakan word of the day yang unik dan maknanya sangat sesuai dengan bab dalam novel. NAZLANMAK: lain di mulut, lain di hati (ini cewek banget, nggak, sih?! :(( ) ONIOCHALASIA: berbelanja untuk mengobati stres (ini juga cewek banget!!!). Kalau ingin tahu bagaimana Bang Ino menemukan formula word of the day-nya, kalian bisa baca di Ask Author di blog Mbak Sulis ini :) .
Akhirnya, 3 bintang untuk harimau yang hendak jadi buaya :p .
Nah, di akhir post ini, saya diminta untuk memamerkan foto dengan pose anehnya khas Madonna di album Rebel Heart-nya. Setelah usaha beberapa jam (lebay) untuk melilitkan kabel ke kepala dan muka saya, beginilah jadinya:
 |
| Lagi pusing bikin rangkaian listrik (nggak deng), terus iseng lilitin ke muka, ah, biar agak cantikan :)) |
Nah, begini kalau dibandingin dengan yang asli. Nggak mirip, kan? Ya iyalah, saya kan bukan Madonna :-bd . Hayo, tebak, saya pakai kabel apaaaa haha.
Baca juga:
Ask Author
Giveaway