24 January 2015

Resensi "Sherlock Holmes: Petualangan di Rumah Kosong"


Judul Buku                     : Sherlock Holmes: Petualangan di Rumah Kosong
Penulis                          : Sir Arthur Conan Doyle
Penerjemah                   : Dion, Busyra, Amin
Tebal                            : 320 halaman
Penerbit/cetakan            : Laksana/Cetakan I, 2014
ISBN                            : 978-602-296-031-7
Harga                           : Rp 45.000,00
Rating                           :

Ketika memegang buku ini dan bersiap membukanya, waspadalah! Jika yang kau harap adalah cerita detektif yang memecahkan misteri pembunuhan sadis, maka sebaiknya letakkan saja buku ini! Ya, ya, letakkan saja buku ini ketimbang kau kecewa. Tapi, jika kau menyukai teka-teki membingungkan dan ingin tahu proses bagaimana Holmes memecahkannya, kau akan menyukai buku ini! Yah, meski nanti mungkin kau akan mengeluh setelah mengetahui bahwa ternyata penjelasan dari Holmes “ternyata cuma gitu”.

Petualangan di Rumah Kosong adalah salah satu judul dari delapan kisah Sherlock Holmes yang tergabung dalam buku ini, dan tentu saja masih ditulis dengan sudut pandang orang pertama Watson. Mengutip kata pengantar dari penerbit, “Delapan cerita ini kami pilih atas orisinalitas dan keunikan kasus yang ditawarkan, serta pemecahan tak terduga yang digunakan oleh Holmes.”

Saya akan merangkum petunjuk tiap cerita, tapi tenang saja, saya akan tetap menyembunyikan jawaban teka-tekinya. Jadi, cobalah untuk memecahkannya!

Judul
Petunjuk
Misteri Pita Berbintik-bintik
·    Helen Stoner tinggal bersama ayah tirinya, dr. Roylott. Saudari kembarnya, Julia, meninggal dua tahun lalu secara aneh, tepatnya dua minggu sebelum pernikahannya.
·   Sebelum Julia meninggal, kamar tidur dr. Roylott, Julia, dan Helen berjajar berurutan. Setiap dini hari, beberapa hari sebelum meninggal, Julia selalu mendengar suara siulan.
·      Dr. Roylott memelihara macan tutul dan monyet babon. Beliau berteman dengan orang-orang gipsi pengelana yang berkemah di lahannya.
·    Pada malam ketika Julia meninggal, Helen juga mendengar siulan, suara logam jatuh. Sebelum meninggal dengan wajah ketakutan dan tubuh kejang-kejang, Julia berteriak, “Ya Tuhanku! Helen! Ada pita! Pita bintik-bintik!” (hal. 20)
Pengendara Sepeda yang Misterius
·  Violet Smith adalah guru les musik privat bagi anak perempuan Tuan Carruthers.
·  Setiap akhir pekan, ia bersepeda sejauh 9 km untuk mencapai stasiun. Rute bersepedanya melewati jalan kecil yang sepi. Sudah dua minggu, setiap kali bersepeda, ada seorang laki-laki yang membuntutinya, tapi selalu menjaga jarak, dan tiba-tiba menghilang di belokan, padahal tak ada percabangan jalan.
·     Siapakah laki-laki itu? Apa yang dia inginkan?
Misteri Kamar Tertutup di Copper Beeches
·    Violet Hunter mendapatkan pekerjaan yang aneh, dengan gaji yang besar. Ia bertugas menjaga bocah kecil di rumah Copper Beeches. Tapi, selain itu, ia diminta melakukan hal-hal aneh yang diminta oleh majikannya. Berganti pakaian yang dipilihkan sang majikan, duduk dalam sebuah ruangan, membelakangi jendela, dan mendengarkan lelucon majikannya. Atau disuruh membacakan novel.
·    Suatu ketika, Violet tahu bahwa ada seorang pria berdiri di pinggir jalan, mengamatinya lewat jendela ruangan itu.
·     Violet mengamati bahwa ada satu kamar tertutup di lantai dua rumah itu.
Skandal Raja Bohemia

· Raja Bohemia terlibat sebuah hubungan dengan Irene Adler. Wanita itu mengancam akan menyebarkan foto mereka berdua, yang akan menimbulkan skandal dan membahayakan posisi raja. Raja sudah berusaha dua kali mencuri foto itu dari rumah Irene, tapi tak berhasil.
·  Bersama Watson, Holmes melakukan rencananya untuk mengetahui di mana foto itu disembunyikan. Tapi, baru sekali itu Holmes dikelabui seorang wanita.
Kasus Terakhir
Puncak persaingan sengit antara Holmes dengan penjahat genius, Profesor Moriaty. Mereka berdua sempat beradu kekuatan sebelum terjatuh bersama-sama ke jurang. Holmes menghilang (meninggal?) hanya dengan meninggalkan selembar surat untuk Watson.
Petualangan di Rumah Kosong
·   Ronald Adair meninggal akibat tembakan misterius. Saat meninggal, ia berada di dalam kamarnya yang terkunci dari dalam. Hanya jendelanya yang terbuka karena ia merokok. Saat tertembak, ia sedang menghitung uang hasil main kartu. Diketahui bahwa ia tergabung dalam beberapa klub kartu, dan terakhir kali ia bermain kartu bersama Kolonel Moran.
Perserikatan Orang Berambut Merah
· Wilson memiliki rambut merah asli yang menawan, sehingga Spaulding, karyawan toko pegadaiannya, mendorongnya agar melamar sebuah pekerjaan yang ditawarkan oleh Perserikatan Orang Berambut Merah. Berkat rambutnya, Wilson mendapatkan pekerjaan itu. Dia hanya diminta bekerja dari pukul 10 pagi sampai pukul 2 siang; pekerjaannya adalah menyalin Ensiklopedia Britannica secara manual.
·  Lalu, tiba-tiba perserikatan itu dibubarkan, yang artinya sesuatu yang besar akan terjadi.
Misteri Noda Kedua
· Holmes didatangi Perdana Menteri Inggris bersama sekretarisnya. Sebuah dokumen penting dan rahasia yang disimpan oleh sang sekretaris dalam kotak terkunci di kamarnya.
·  Salah satu dari tiga agen internasional yang dicurigai Holmes sebagai tersangka, meninggal karena dibunuh, pada malam yang sama dengan hilangnya dokumen itu.

Ketimbang versi terjemahan Anjing Iblis dari Baskerville yang saya resensi beberapa waktu lalu, terjemahan Petualangan di Rumah Kosong ini lebih nyaman dicerna, selain kesalahan penulisannya juga jauh lebih sedikit. Namun, saya terganggu dengan beberapa penulisan tahun kejadian, yang saya rasa tidak tepat. Kisah-kisah Holmes berlatarkan waktu akhir abad 19 sampai awal abad 20. Tapi, misalnya, pada Skandal Raja Bohemia, sang raja mendatangi Holmes pada tanggal 20 Maret 1988, dan Irene Adler lahir tahun 1958…. Hmm, mungkin seharusnya 1888 dan 1858? Karena kisah itu berlangsung setelah Watson menikah, dan di Kasus Terakhir (setelah Watson menikah juga), Watson menyebutkan tahun 1890-1891.

Saya juga menemukan kejanggalan lain, dalam kisah Perserikatan Orang Berambut Merah. Ketika Wilson mendatangi Holmes, ia menunjukkan iklan di koran tentang pekerjaan untuk orang berambut merah, dan koran itu bertanggal dua bulan yang lalu (27 April 1890). Wilson juga bercerita bahwa ia sudah bekerja selama delapan minggu sebelum tiba-tiba perserikatan itu dibubarkan. Berarti, seharusnya, tanggal pembubaran itu sekitar bulan Juni, bukan? Tapi, anehnya, tertulis tanggal pembubarannya adalah 9 Oktober 1890.

Meskipun begitu, saya tetap menikmati petualangan Holmes dan Watson, yang diceritakan secara aktual dengan sudut pandang Watson. Saya meringis beberapa kali, tiap Watson mencoba menarik kesimpulan dari petunjuk-petunjuk yang ada, tapi nyaris selalu gagal. Saya kagum akan tokoh Watson, yang tetap sabar dan setia menjadi sahabat Holmes satu-satunya. Padahal, kalau menurut orang lain, Holmes bukanlah sosok sahabat yang baik. Namun, di beberapa titik, saya menemukan bahwa persabatan mereka cukup manis.

Membaca kisah Sherlock Holmes juga memperkaya saya akan wawasan nilai yang baru.



Wajib baca, deh, buat para penggemar Holmes! ^^

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Your comment is so valuable for this blog ^^

bloggerwidgets