Penulis : Setiyo
Bardono
Tebal : 248 halaman
Penerbit/cetakan : Senja/Cetakan I, 2014
ISBN : 978-602-7968-97-4
Harga :
Rp 38.000,00
Separuh Kaku, Bukan Separuh Aku
Sampul depan yang didominasi gambar tampak
depan kereta berwarna biru ini sudah mentransmisikan sinyal-sinyal waspada “awas
ada kereta!” alias “awas ketawa!”. Awas, salah baca Separuh Kaku jadi Separuh Aku
(FYI, itu yang terjadi pada saya). Mungkin kau akan berpikir, jangan-jangan
cerita di dalamnya berkaitan dengan Noah? Hmm, mungkin. Setelah itu, bacalah blurb di sampul belakangnya.
Mungkin kau
akan bergumam, “Ih, masa ada nama ‘Keretawati’? Hhh, jangan-jangan ini
cerita alay!” Atau mungkin kau sudah menahan tawa?
STOP! TUNGGU DULU. Jangan menilai buku
hanya dari blurb-nya, oke? Mari kita
singkap sampul buku ini....
Dan, benar. Ada Noah muncul di sini, dalam
versi band OnAh, yang bervokaliskan Akil.
“Dengar laraku,
lama berdiri membuatku ngilu.
Karena separuh kaku,
kakiku.” (halaman 7)
lama berdiri membuatku ngilu.
Karena separuh kaku,
kakiku.” (halaman 7)
Lagu parodi tersebut hanyalah salah satu
dari sekian banyak lagu-lagu plesetan lainnya, yang menggema di gerbong KRL.
Lagu itu seolah menyindir Panji yang kakinya tengah separuh kaku akibat
berdesakan di perut kereta, dalam perjalanan ke sekolah. Tragedi ingus pagi itu
membawanya berkenalan dengan seorang gadis cantik bernama Wati. Panji yang
terpesona lupa bertanya-tanya tentang nomor telepon atau akun Twitter-nya. Dari
sebuah kejadian tak disengaja, Panji berhasil mendapatkan nomor telepon Wati. Nggak
seru, dong, kalau cuma segitu perjuangan Panji. Nomor telepon Wati itu lantas menjelma
tragedi lagi. Tragedi Salah Wati. Kisah
cintanya kali itu menggantung. Wati, alias Eka Naomi Keretawati, ingin Panji
lulus SMA dulu, barulah ia akan menjawab perasaan cowok itu.
Berikutnya, Panji berkenalan dengan cewek cantik
lain di gerbong kereta. Namanya Eva Peron. Kisah cinta mereka berjalan unik, di
atas kereta. Namun, harus kandas juga ditelan kegelapan gerbong. (Kegelapan
gerbong dalam arti harfiah.) Kegalauan akibat putus cinta membuat Panji naik
atap kereta. Apakah ia akan baik-baik saja? Kalau kesetrum gimana?
Hati
Panji sempat akan berbelok ke Mbak Fitri, rekan kerja di toko komputer, yang
parasnya mirip Ussy tapi KW 3. Tapi, setelah kejadian tragis yang menimpa
Desta, temannya yang adalah kaum ataper (penghuni tetap atap kereta), sebuah
janji membawa Panji bertemu gadis lain. Akankah
kisah cintanya kali ini berbeda? Yah, meski Panji teteup gitu-gitu aja, sih, naik KRL ke mana-mana…





